RSUD Eka Candrarrini Siap Tambah Klinik Cuci Darah pada 2026

avatar Redaksi
Dirut RSUD Eka Candranini. (Ist)
Dirut RSUD Eka Candranini. (Ist)

SURAVAYA | B-news.id — Rencana pengembangan layanan di RSUD Eka Candrarrini terus bergulir. Direktur RSUD Eka Candrarrini, dr. Listyorini Rarasingtyas, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambah klinik cuci darah (hemodialisis) pada tahun 2026 mendatang.

Rencana tersebut disampaikan dr. Listyorini selepas hearing bersama Komisi D DPRD Kota Surabaya, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Johari Mustawan : Negara Beri Gelar Pahlawan Berdasarkan Kontribusi dan Cakupan Perjuangan

Menurutnya, penambahan klinik baru itu dilakukan setelah rumah sakit mencatat peningkatan signifikan jumlah kunjungan pasien setiap bulan sejak resmi beroperasi pada pertengahan Desember 2024.

“Penambahan klinik baru ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan data kunjungan pasien yang terus meningkat, kami menilai sudah saatnya RSUD Eka Candrarrini memiliki layanan cuci darah sendiri,” ujar dr. Listyorini, dokter lulusan Universitas Airlangga, dengan semangat usai rapat.

Ia menegaskan, kehadiran klinik cuci darah ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan di wilayah Surabaya Timur, agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk menjalani terapi hemodialisis.

Baca Juga: Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes: Dari Pasar Turi yang Terbakar hingga Jadi ‘Spesialis Gelandangan’ & 'Dokter Rakyat

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan lengkap dan mudah dijangkau. RSUD Eka Candrarrini siap menjadi rumah sakit daerah yang terus berkembang dan adaptif terhadap kebutuhan pasien,” tambahnya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Surabaya memberikan apresiasi terhadap langkah pengembangan yang dilakukan pihak rumah sakit, namun mengingatkan agar perencanaan dilakukan secara matang dan efisien, baik dari aspek anggaran, SDM, maupun perizinan teknis.

Perlu diketahui, RSUD Eka Candrarrini merupakan rumah sakit daerah tipe C yang berlokasi di kawasan Surabaya Timur. Rumah sakit ini mulai beroperasi pada Desember 2024 dan resmi melayani pasien BPJS Kesehatan sejak Januari 2025.

Baca Juga: Pinjaman Menggunung, Dana Mengendap: Menelisik Arah Kebijakan Fiskal Pemkot Surabaya

Dalam waktu kurang dari satu tahun, kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap meningkat tajam, terutama dari wilayah Rungkut, Gunung Anyar, dan sekitarnya. Kondisi ini menjadi dasar evaluasi manajemen untuk memperluas layanan, termasuk pembangunan klinik cuci darah.

Dengan hadirnya klinik baru tersebut, RSUD Eka Candrarrini diharapkan mampu menekan antrean pasien hemodialisis di rumah sakit lain, serta memperkuat peran rumah sakit daerah sebagai penopang utama layanan kesehatan masyarakat Surabaya.(rizal)

Berita Terbaru