GRESIK | B-news.id - Sedekah bumi Dusun Pengampon , Desa Setro, Kecamatan Menganti, setiap tahun di gelar dengan meriah, bahkan sebelum kemerdekaan gulat okol sudah dilakukan di sawah oleh pekerja disawah.
Gulat Okol nyaris mirip dengan pertandingan Sumo di Jepang, bedanya di Jepang para atlet Sumo berat badannya minimal 100 kg keatas, dan pakaian yang di kenakan juga sangat minim.
Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Sementara bagi atlet gulat Okol tidak ada berat badan, hanya peserta mempunyai perawakan seimbang, mengenakan celana pendek, ikat kepala dari panitia, dan sabuk warna merah dan hitam, tanpa baju atas, tanpa alas kaki.
Sertipikat gulat Okol dari mendikbud. (ist)
Bertindak sebagai wasit adalah " pelandang" yang mengenakan kaos merah putih khas Madura, dan pelandang ini memeriksa kuku panjang, kalung, dan yang bisa membahayakan pihak lawan.
Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
Begitu wasit menyatakan pertandingan dimulai, para atlet Gulat Okol saling menyerang untuk menjatuhkan pihak lawan dan menindihnya.
Seketika pelandang membangunkan atlet gulat Okol sambil tangannya diangkat ber joget, menandakan atlet tersebut menang.
Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Kepala Desa Setro, Achmad Saiful SH merasa senang dan bangga bisa membuat warganya bisa tersenyum bahagia.
"Gulat Okol sudah mendapat sertifikat dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tehnologi, Nadiem Makarim sebagai warisan tak benda, tanggal 7 Desember 2021, dan peserta tahun ini ada dari Balongpanggang, bahkan ada dari wilayah Surabaya, semua peserta gulat Okol mendapat hadiah hiburan dan yang menang ada tambahan uang tunai untuk membeli jamu, malamnya masih ada pengeluaran ludruk," terang kades yang lulusan pesantren dari Jombang. (*)
Editor : Zainul Arifin