Istri Pegawai BUMN Hampir Ketipu, Dikabari Suaminya Kecelakaan

avatar Ali Sugiarto
Foto ilustrasi : Penipuan lewat HP. (ist)
Foto ilustrasi : Penipuan lewat HP. (ist)

SURABAYA | B-news.id - Agus yang bekerja di salah satu BUMN bagian produksi, hari itu mendapat notasi di HP GSM bahwa hari itu ada maintenance, biar HP tidak kemasukan virus atau diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Mendapati informasi seperti itu, tanpa pikir panjang segera mematikan HP nya serta fokus dalam bekerja.

Farah (istri Agus) yang ibu rumah tangga, mendapat telpon melalui pesawat telepon kabel di rumah, mengaku salah satu staf rumah sakit swasta, dan mengabarkan suaminya Agus baru saja kecelakaan, dan harus diambil tindakan medis berupa operasi, dan mesti segera dilakukan.

Farah tidak di beri kesempatan untuk berpikir dan menghubungi suaminya. Farah menyanggupi permintaan dari penelepon ini untuk segera mentransfer uang 25 juta permintaan dari penelepon.

Farah mencoba telepon suaminya lewat nomer HP yang di bawa oleh Agus, dan HP tidak bisa di hubungi

karena HP Farah tidak dipasang mobile banking, maka Farah membawa duit dan ke kantor pos yang ber jarak 1 kilometer, kalau ke kantor bank atau ATM sekitar 3 kilometer.

Kasir kantor pos yang kebetulan tetangga dari Farah, setelah ber basa basi dan menanyakan keperluan, dan di ceritakan soal telpon seseorang mengabarkan suaminya kecelakaan, serta minta kiriman uang.

"Sebagai kasir, kami melayani konsumen, tapi kalau ada permintaan uang untuk layanan rumah sakit, ya segera diurus di bagian administrasi rumah sakit, saya kawatir ini penipuan," papar kasir kantor pos.

Farah yang bingung dan kawatir terkait suaminya, segera melaju ke rumah sakit milik pabrik BUMN tersebut, dan segera ke ruang administrasi untuk membayar sejumlah uang yang diminta penelepon, staf administrasi rumah sakit segera mencari data pasien yang dimaksud, dan tidak di temui nama pasien.

Farah diarahkan menghubungi bagian layanan pasien untuk mencari data informasi pasien yang masuk untuk hari ini, dan setelah di cari, hasilnya juga nihil. Petugas rumah sakit mencoba menghubungi beberapa rumah sakit sebelah, juga tidak ada pasien atau nama Agus.

Sore hari saat jam kerja usai, Agus pulang ke rumahnya dengan segar bugar,sedangkan Farah tetap masih syok dan ber debar.

"Penipu ini cukup pintar dan kayaknya kenal dengan calon korban, makanya HP saya di suruh off, sekarang kita makan bersama di warung makan sebelah rumah, anggap ini selamatan dari musibah," tutur Agus saat traktir 15 orang tetangganya.(*)

Berita Terbaru