GRESIK | B-news.id - PNS yang berdinas dilingkup Kantor Bupati Gresik, sebagai kepala ruangan ( kepala bidang) tinggal di Surabaya, sekitar jam 09.00 pagi mendapat telpon GSM dari seseorang yang mengaku anggota polisi dilingkup Polda Jatim berpangkat perwira menengah.
Dalam telepon tesebut, oknum polisi mengatakan ada beberapa mobil selundupan yang disita Polda Jatim, dan sudah setahun lebih tidak diurus, sehingga perlu segera di hilangkan dari gudang, tentu saja dengan sedikit uang kopi, dan uang damai.
Si PNS dilingkup pemkab ini memang punya usaha sampingan sebagai jual beli mobil, sehingga ada tawaran ini dianggap rejekii yang mesti segera di selesaikan, dan segera diminta identitas mobil, mulai tahun pembuatan, Cilinder, dll.
"Biar saya juga jelas, kita ketemu dan uang biaya pajak dan juga biaya untuk kopi, sudah saya siapkan, kita ketemu di cafe di Surabaya kawasan mana ? Sampeyan yang nentukan," tawar si PNS Gresik.
"Saya ini banyak pekerjaan dan agak susah meninggalkan ruangan, uang segera di transfer pada nomer rekening yang sudah tak kirim tadi, biar barang berupa mobil segera saya siapkan untuk bapak, kalau tidak ditransfer ya saya berikan pada orang lain," balas penelepon yang mengaku oknum polisi.
"Bagi saya, harga dan termasuk biaya yang harus saya keluarkan saya setuju, saya selrahkan diruang bapak saja, boleh disebutkan ruangan, biar dipenjagaan nanti saya kalau ditanya bisa menyebutkan dengan pasti ketemu dengan bapak," kata seorang PNS Gresik terus mencoba untuk ketemu selain melihat mobil secara langsung dan juga menyerahkan uang tunai.
"Hari gini, jual mobil diajak ketemu untuk lihat barang dan serahkan uang tunai, pihak penjual tidak mau, ya kita cari aman saja mas," papar PNS yang tahun depan memasuki purna tugas.(*)
Editor : Zainul Arifin