Tertubruk, Malah Dimintai Uang Kompensasi oleh Penipu

avatar Ali Sugiarto
foto ilustrasi 
foto ilustrasi 

GRESIK | B-news.id - Nasib salah satu Kepala SMAN di salah satu sekolah di wilayah Bojonegoro lagi apes, pasalnya saat berkendara dari Surabaya di wilayah Gresik " ketutul" kendaraan lain dan hingga mesti di rawat di salah satu RS milik daerah selama beberapa hari.

Setelah melewati proses observasi di ruang UGD beberapa lama dan segera di pindah ke ruang rawat inap, beberapa keluarga, teman kerja, juga perwakilan murid berebut menjenguk.

Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian

Saat jam bezuk dan sedikit ramai orang berebut masuk, ada seorang lelaki sedikit gendut usia berkisar 45 tahun mendekati sang kepala sekolah ini, dan memperkenalkan sebagai korban kecelakaan oleh kepala sekolah ini, dan minta ganti rugi pengobatan serta biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 50 juta.

"Kalau tidak di beri uang ganti rugi, kepala sekolah beserta keluarga akan di teror, bahkan dituntut, sehingga hidupnya akan menderita," begitu penipu ngomong ke kepala sekolah yang berbaring lemah di ranjang pasien dengan disaksikan beberapa keluarga dari kepala sekolah.

Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara

Tidak ingin terjadi keributan di dalam rumah sakit, keluarga besar kepala sekolah urunan dan terkumpul Rp 20 juta, segera di berikan pada penipu yang merasa menjadi korban kecelakaan dengan tutur bahasa yang meyakinkan.

"Sisanya akan kami bayar setelah jami pulang ke Bojonegoro," ujar kepala sekolah ini lemas, dan tentu saja menjaga wibawa di depan orang jenguk yang lain.

Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi

Seminggu kepala sekolah ini se keluar dari RSUD di Gresik, dia didatangi orang yang lain lagi dan modusnya juga sama minta ganti rugi serta ongkos perbaikan, ketika di beritahu sudah di di berikan saat di rumah sakit, si tamu yang mengaku menjadi korban ini ngotot minta uang bahkan mengajak rame, akhirnya diberi uang damai Rp 10 juta karena sungkan kalau sakit kog mesti tengkar dengan orang lain.

"Aku ini korban kecelakaan, dirawat beberapa hari di rumah sakit, kendaraan rusak yang diperbaiki duit sendiri, masih dimintai duit oleh orang yang merasa menjadi korban, padahal aku yang menjadi korban," terang kepala sekolah SMAN ini pada penulis.(*)

Berita Terbaru