Diduga Depresi Ditinggal Nikah Sang Pacar, Pemuda Bendosewu Blitar Nekat Gantung Diri

avatar Sunyoto
jasad korban ditemukan membusuk di dalam kamar mandi dan menggantung, semua bandannya terlilit lakban dan kresek. (ist)
jasad korban ditemukan membusuk di dalam kamar mandi dan menggantung, semua bandannya terlilit lakban dan kresek. (ist)

BLITAR | B-news.id -  Warga Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, dikejutkan oleh penemuan seorang pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah korban sendiri, pada Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.

Korban diketahui bernama DEF (32), seorang pemuda yang tinggal seorang diri di rumahnya. Kondisi jasadnya ditemukan mengenaskan, sudah dalam keadaan pembusukan lanjut, menggantung di dalam kamar mandi dengan sekujur tubuh dibungkus plastik kresek serta mengenakan mantel.

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Penemuan ini berawal ketika adik kandung korban, Cholis El Nasser, datang dari Jawa Barat untuk mengecek kondisi kakaknya. Sang ibu yang bekerja di luar negeri sudah tidak bisa menghubungi korban sejak 8 September 2025. Karena khawatir, ia meminta anak bungsunya pulang ke Blitar guna memastikan keadaan sang kakak.

Setibanya di Blitar, Cholis lebih dulu menuju rumah orang tuanya di Lingkungan Dander, Kelurahan Talun. Pada Rabu pagi, ia ditemani Kamituwo Desa Bendosewu dan perangkat desa mendatangi rumah korban. Namun, dari luar rumah sudah tercium bau menyengat yang tidak biasa.

Pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Atas kesepakatan bersama, pintu terpaksa didobrak. Saat pintu berhasil dibuka, Kamituwo diminta masuk lebih dulu untuk memeriksa kondisi di dalam rumah. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan korban dalam keadaan tergantung tak bernyawa di kamar mandi.

Kondisi jasad korban sangat mengenaskan. Tubuhnya tampak membusuk, melunak (macerasi), mengeluarkan cairan, serta sebagian kulit mulai meluruh. Bahkan, diduga sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat membaluri tubuhnya dengan sabun, sampo, dan hand sanitizer.

Selain itu, di lokasi juga ditemukan beberapa tisu dengan bercak darah dan obat-obatan jenis paracetamol. Meski demikian, hasil pemeriksaan polisi menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barang bukti tersebut kemudian diamankan pihak kepolisian.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

Hasil identifikasi dilakukan oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Blitar dan pemeriksaan medis RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan yang ditandatangani bersama.

Menurut keterangan keluarga, korban memang sempat mengalami depresi berat sejak beberapa tahun terakhir. Ia disebut sangat terpukul setelah ditinggal menikah oleh sang kekasih. Sejak itu, korban tidak menyelesaikan kuliahnya alias drop out dan memilih hidup menyendiri.

Sejak peristiwa pahit itu pula, sikap korban berubah drastis. Ia menjadi pribadi tertutup, pasif, bahkan temperamental. Hubungan emosional dengan keluarga pun renggang. Tak jarang, ia lebih banyak mengurung diri di rumah dan jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Terakhir kali korban berkomunikasi dengan ibunya yang bekerja di luar negeri adalah pada 8 September 2025. Setelah itu, ponselnya tak lagi aktif. Seiring berjalannya waktu, sang ibu yang dilanda rasa khawatir meminta adiknya untuk segera mengecek kondisi kakaknya. Namun sayang, kepulangan itu justru disambut dengan kenyataan pahit.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut ikut merasa prihatin dan berduka. Mereka tidak menyangka pemuda yang dikenal pendiam itu akhirnya memilih jalan tragis untuk mengakhiri penderitaannya. “Dia memang jarang keluar rumah, kadang kalau ketemu juga diam saja,” ujar salah satu warga setempat.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi. Kapolsek Talun melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga kuat meninggal karena gantung diri.

Kini, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan dukungan keluarga maupun lingkungan bagi mereka yang tengah bergulat dengan tekanan mental dan perasaan putus asa.(*)

Berita Terbaru