Berharap Dinikahi Oknum Perwira Polisi, Janda Kehilangan Rp 10 Juta, Apes-apes..

avatar Ali Sugiarto
Ilustrasi : Genduk yang bakal meraup uang melimpah di janji nikah dengan oknum. (ist)
Ilustrasi : Genduk yang bakal meraup uang melimpah di janji nikah dengan oknum. (ist)

B-news id - Status janda bagi Genduk (35) dengan 1 anak yang tinggal di pedesaan wilayah Kabupaten Ngawi, dijalani dengan bertani dan membuka usaha jual kebutuhan sehari hari bagi tetangga, namun tetap gaul dengan mengikuti hampir semua medsos yang ada.

Jelang lebaran kemarin, tepatnya saat musim mudik, Genduk harus gigit jari dan merayakan lebaran dalam suasana yang sangat murung dan berduka, pasalnya tabungan yang dikumpulkan rupiah demi rupiah, harus melayang dengan janji rencana dibawa pulang untuk dikenalkan calon mertua.

Awal bulan puasa, Genduk berkenalan dengan seorang cowok lewat medsos, sebut saja Bondet, yang bertugas sebagai polisi bertugas di salah satu polres di kota Palembang, sebagai perwira yang masih bujang dan oleh orang tuanya diharapkan tahun tersebut mesti segera menikah.

Dalam obrolan yang semakin intens, si oknum polisi ini untuk meyakinkan Genduk, mengirimkan foto KTP yang beralamat di salah satu perumahan di kota Malang, Jatim, termasuk juga KTA sebagai anggota polisi.

"Sayang, H-3 pagi hari aku mudik ke Malang dengan perjalanan darat pakai mobil, nanti dirimu saya jemput dirumah sekaligus tak kenalkan pada orang tuaku, biar perjalananku lancar, ban mobil mau tak ganti yang baru semuanya, berhubung belum bayaran, minta ditalangi dulu, anggap sebagai hutang, toh nanti kalau suami istri, akan dikembalikan bertahap," begitu telpon dari Bondet menawarkan angin surga.

Merasa akan menjadi isteri dari seorang perwira polisi, maka setiap permintaan kiriman uang selalu di berikan dengan perasaan ber bunga bunga. Mulai minta kiriman untuk service dan pembelian sparee part, isi BBM, isi kartu tol, dan bahkan untuk membeli oleh oleh baik bagi keluarga Genduk dan keluarga Bondet.

Komunikasi tetap intens sejak keluar rumah di palembang, penyeberangan merak, Jakarta, bahkan sampai kota Solo, si oknum polisi ini masih minta kiriman Rp 1 juta Karena salah seorang keluarganya butuh belanja lebaran, dan diperkirakan nyampai rumah Genduk berkisar 1-2 jam.

Genduk pun segera men transfer uang yang di minta dan kalau di total sudah Rp 10 juta, dan juga mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk bertemua mertua di kota Malang, tentu saja senyum simpul dan hati ber bunga bunga.

Penantian hingga 8 jam sejak transfer terakhir, si oknum ini sudah tidak bisa di hubungi, semua medsosnya sudah tidak aktif, dan Genduk pun limbung serta pingsan.

Lebaran +3 Genduk mencoba menyusul ke kota Malang dengan mendatangi alamat seperti dalam KTP yang telah dikirim beberapa waktu, namun hatinya semakin hancur ketika rumah mewah yang didatangi itu hanya berisi lansia dan tidak mengenal oknum polisi, dan dalam keluarga tersebut tidak ada yang bertugas sebagai polisi.

"Saya sudah bangga bakal menjadi istri perwira polisi, minta kiriman uang ya segera di kirim, bahkan buah tangan untuk calon mertua juga sudah saya siapkan untuk mendapat simpati, eh ternyata uang ludes, jodoh melayang," ungkap Genduk menyesali dirinya. Ada-ada saja.(*)

Berita Terbaru