Giliran Desa Suruh Sukodono Jadi Tuan Rumah Pagelaran Wayang Gagrak Porongan

avatar Rizki Danurwindo
Seserahan gunungan wayang dari Kadindikbud DR Tirto Adi M.Pd kepada dalang ki Suwaji. (rizki)
Seserahan gunungan wayang dari Kadindikbud DR Tirto Adi M.Pd kepada dalang ki Suwaji. (rizki)

SIDOARJO | B-news.id - Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, menjadi urutan yang kelima pagelaran wayang gagrak porongan yang diadakan oleh bidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo (6/9).

Bertempat di lapangan BUMDES Desa Suruh, berlangsung pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Suwaji SH dari Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.

Baca Juga: Bandara Juanda Siap Layani Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 2026

Camat Sukodono, M. Solichin dalam sambutan awal acara mengatakan, pihaknya mengaku bangga jika kecamatan yang dipimpinnya mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pagelaran wayang gagrak porongan.

“Ini adalah wujud komitmen Pemkab Sidoarjo untuk melestarikan budaya bangsa, salah satunya pagelaran wayang gagrak porongan yang diadakan di Desa Suruh pada malam ini,” ujar Solichin.

Baca Juga: Sidoarjo Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih, Masuk 10 Terbaik Nasional dalam Pengelolaan Sampah

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, DR Tirto Adi yang juga dalam sambutannya mengatakan, wayang gagrak porongan termasuk satu dari 10 poin obyek kebudayaan yang harus dilestarikan.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemdes Suruh yang dipimpin bapak Suwono dimana telah memfasilitasi pagelaran wayang gagrak porongan malam ini. Sebagaimana kita ketahui, wayang gagrak porongan merupakan satu dari 10 obyek kebudayaan yang harus dijaga dan dilestarikan, terlebih wayang gagrak porongan adalah wayang ciri khas Kabupaten Sidoarjo yang harus terus dilestarikan oleh generasi penerus dan jangan sampai punah,” ujarnya.

Baca Juga: Gebyar Pasar Murah Ramadhan Sidoarjo, Ini Tempatnya 

Tirto berharap, wayang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai nilai-nilai moral.“Mudah-mudahan pagelaran wayang malam ini bisa menjadi tuntunan moral bagi masyarakat, disamping tentunya,menghibur serta menghidupkan sektor perekonomian masyarakat sekitar,” harap Tirto.

 Pagelaran wayang tersebut mengambil lakon “ Adeke Negoro Gumbiro”, dimana sebelum pementasan dilakukan seserahan secara simbolis dari Kadindik DR Tirto Adi kepada dalang Suwaji yang disaksikan oleh Forpimka Sukodono, Kades Suruh Suwono, Plt Camat Wonoayu Drs Anwar, Kades Karangbong, Kecamatan Gedangan, Bambang Asmuni SH yang juga ketua Pepadi Sidoarjo dan anggota DPRD dari Komisi D Pratama Yudiarto SH.(*)

Berita Terbaru