SIDOARJO | B.news.id - DPD SWI Kabupaten Sidoarjo telah mengadakan sidang pleno untuk merestrukturisasi kepengurusan lama, dan melahirkan format kepengurusan yang baru (30/8).
Bertempat di Warung Kopi Pinggir Kali (KPK) Perum CSM Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, berlangsung sidang pleno yang dimulai pukul 13.00 hingga selesai menjelang ashar. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota DPD SWI Sidoarjo.
Baca Juga: Assosiasi UTJ Sidoarjo Peduli Emak-emak dan Janda, Beri Pelatihan Kerajinan Sandal Cantik
Ketua Panitia Pelaksana Sidang Pleno, Rizki Danurwendo, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan intruksi dari DPP SWI mengenai perombakan kepengurusan lama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi jabatan yang kosong atau mengganti pengurus lama yang sudah tidak lagi aktif, sehingga diharapkan akan tampil pengurus baru yang mampu menjalankan roda organisasi, seperti posisi ketua, sekretaris dan bendahara serta kepala-kepala divisi,” ujar Rizki yang juga wartawan B.News.id biro Sidoarjo ini.
Rizki menambahkan, persoalan yang signifikan di Kabupaten Sidoarjo adalah masalah sumber daya manusia insan pers.
“Persoalan yang dihadapi insan pers ke depan, tidak hanya pada persoalan politik yang semakin menuju ke arah otoritarian, akan tetapi ada hal yang jauh lebih krusial yakni masalah sumber daya manusia,” tandas Rizki yang mengawali kariernya sebagai redaktur majalah FAKTA ini.
Baca Juga: Forum RPS Berikan Apresiasi Kepada Tokoh Berdedikasi
Pers pada era dulu, kata Rizki, sangatlah disegani, akan tetapi di era sekarang ada kecenderungan mengalami degradasi.
“Pada era sebelum digitalisasi, wartawan merupakan kelompok masyarakat pilihan yang disegani, mereka dikenal karena wawasannya yang luas dan mampu memberitakan secara obyektif dan berimbang. Banyak tokoh-tokoh nasional muncul dari kalangan pers, seperti mantan Wapres Adam Malik, tokoh kritikus perfilman Rosihan Anwar, budayawan Goenawan Mohammad, bahkan Ki Hadjar Dewantara selain pendidik juga seorang kolumnis dengan tulisan-tulisannya yang tajam mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda, dan banyak tokoh nasional lainnya lahir dari kawah candradimuka pers. Akan tetapi setelah era digitalisasi ini, ternyata berbias pada kemudahan tanpa diimbangi kualitas dan perilaku secara personal, sehingga banyak bermunculan jurnalis dadakan yang bermental copy paste sebagai akibat lemahnya literasi, bahkan ada juga wartawan yang hanya lulusan SMP, ini sangat patut kita sayangkan, dan tak jarang citra wartawan di mata masyarakat dipertaruhkan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti melalukan pemerasan dan pencemaran nama baik,” jelas mantan anggota komite Library Conversation Club (LCC) Perpusda Sidoarjo ini.
Rizki berharap, para insan pers yang tergabung dalam jajaran DPD SWI Sidoarjo merupakan wartawan yang memiliki moral dan integritas.
Baca Juga: Sidoarjo Borong Dua Penghargaan Dari Menko Perekonomian RI
“Mudah-mudahan dengan kepengurusan yang baru ini, DPD SWI Sidoarjo makin bermartabat dan sejahtera serta menjadi kepercayaan masyarakat dan mitra strategis Pemkab Sidoarjo,” harapnya.
Dalam kegiatan sidang pleno yang berlangsung selama tiga jam tersebut, terpilih ketua DPD SWI Sidoarjo, Nurcahyo Suherman SH dari media Cahaya Baru dan sekretaris Rizki Danurwendo dari B.news.id (rl*)
Editor : Zainul Arifin