Tinjau BLK, Wali Kota Mojokerto Harap Angkatan Kerja Kota Mojokerto Miliki Keterampilan yang Berkualitas
Baca Juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026
KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Tak ingin angka Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan keterampilan masyarakat.
Dengan memberikan pelatihan berbasis kompetensi yang bersinergi dengan UPT. BLK Mojokerto. Pelatihan berbasis kompetensi ini sekaligus implentasi dari Panca Cita pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama Wawali Rachman Sidharta Arisandi dan Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo meninjau langsung pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi digelar di Balai Latihan Kerja (BLK), Jalan Raya Jabon, Mojokerto pada Jumat (22/8).
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan angkatan kedua yang dilaksanakan pada tahun 2025.
Ia menjelaskan program ini ditujukan bagi usia angkatan kerja agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan.
“Golnya adalah untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Mojokerto," terangnya.
Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok
Tampak Ning Ita memperhatikan pelatihan rias pengantin muslim di BLK. (ist)
Ia menjelaskan bahwa pada tahap kedua diikuti sebanyak 80 orang peserta, yang terbagi dalam lima kelas dengan pelatihan yang berbeda.
"Di dalam pelatihan ini diberikan kebebasan bagi pendaftar untuk memilih apa yang diminati sesuai dengan bakatnya supaya mereka lebih mudah untuk menyerap ilmu, sehingga berbekal keterampilan plus akan dilakukan uji kompetensi dengan standar BNSP," terangnya.
Ning Ita berharap dengan memiliki sertifikat dari BNSP para angkatan kerja di Kota Mojokerto peluang untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital
Martha, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan pelatihan ini merupakan hal yang baru baginya.
"Saya baru pertama ikut pelatihan ini. Harapannya nanti bisa praktik sendiri di rumah untuk usaha," kata peserta tata kecantikan rambut dari Kelurahan Kedundung ini.
Lima jenis pelatihan yang dilaksanakan pada tahap kedua ini adalah pelatihan digital marketing, tata boga, tata kecantikan rambut, tata rias pengantin muslim modifikasi dan servis sepeda motor injeksi. (*)
Editor : Zainul Arifin