BANYUWANGI B-news.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semerbak Banyuwangi 2025 Universitas Gadjah Mada melaksanakan dua program pendidikan di SDN 3 Tamansari, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan budaya baca dan literasi siswa sekolah dasar melalui program revitalisasi perpustakaan serta pembiasaan membaca harian. Program dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2025 oleh Raissa Putri Adi Hartawan (Teknik Industri 2022) dan Nastiti Satariya Sekarlangit (Psikologi 2022).
Program ini berangkat dari temuan awal mahasiswa terhadap kondisi fasilitas literasi di sekolah yang masih terbatas. Minimnya koleksi bacaan anak, belum optimalnya ruang perpustakaan, serta belum adanya rutinitas membaca yang sistematis menjadi alasan utama dilaksanakannya program ini.
“Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga tentang akses yang layak dan kebiasaan yang ditanamkan sejak dini. Kami melihat hal ini sebagai celah kontribusi yang bisa kami isi bersama,” ujar Nastiti.
Kegiatan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah revitalisasi ruang perpustakaan, yang meliputi penataan ulang ruangan, pengadaan rak buku, serta penambahan koleksi buku cerita anak yang sesuai usia.
Ruang di perpustakaan yang awalnya sebagian kosong kini diubah menjadi pojok baca yang nyaman dan menarik. Tahap kedua yaitu pembiasaan membaca, yang dilaksanakan melalui program Paspor Membaca, yaitu buku catatan untuk mendokumentasikan buku yang telah dibaca dan kesan siswa terhadap cerita tersebut.
Kegiatan ini diperkuat dengan sesi diskusi Booktalk yang mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat dan belajar berbicara di depan umum.
“Kami ingin menciptakan suasana membaca yang menyenangkan, bukan membebani. Anak-anak jadi lebih semangat saat tahu mereka bisa mencatat buku yang mereka baca, lalu menceritakannya kembali ke teman-temannya,” ungkap Raissa.
Raissa Hartawan saat melaksanakan KKN- PPM di SDN 3 Tamansari, Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur. (foto: Tim Unit KKN-PPM UGM)
Pembiasaan membaca dilaksanakan selama 15 menit setiap hari dan mendapat respons antusias dari siswa maupun guru. Perubahan ini tidak hanya tampak dari perilaku siswa, tetapi juga dari meningkatnya frekuensi kunjungan ke pojok baca yang telah diperbarui.
Program ini turut mendapat dukungan dari pihak sekolah. Plt. Kepala SDN 3 Tamansari, Ibu Dewi Purwati, S. Pd.SD, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN. Anak-anak jadi lebih semangat ke sekolah karena ada kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Ini benar-benar meninggalkan bekas yang positif untuk sekolah kami,” ujarnya.
Raissa juga menyampaikan kesan pribadinya selama pelaksanaan program, “Senang sekali bisa belajar bersama anak-anak dan membangun program bareng partner yang satu visi. Lebih bahagia lagi karena ada hasil nyata yang bisa kami tinggal untuk teman-teman kecil kami di sini,”ujarnya.
Baca Juga: Memahami Konflik Kepentingan Antara Sedimen Pasir dan Kebutuhan Warga Alasmalang
Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Mengurangi Kesenjangan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa kolaborasi lintas keilmuan dan empati sosial dapat melahirkan perubahan nyata di lingkungan pendidikan dasar.
Penulis : Raissa Hartawan, Mahasiswa Politeknik UGM. (program KKN-PPM)
Editor : Zainul Arifin