Siswa SDN Sidokerto Ikuti Simulasi Cegah Kebakaran

avatar Rizki Danurwindo
Salah seorang siswa SDN Sidokerto yang mencoba memeragakan padamkan api dengan karung goni basah.(ist)
Salah seorang siswa SDN Sidokerto yang mencoba memeragakan padamkan api dengan karung goni basah.(ist)

SIDOARJO | B-news.id - Sebanyak ratusan siswa sekolah dasar negeri Sidokerto, Kecamatan Buduran, dari kelas I hingga kelas VI, menyimak pemaparan dari empat petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan simulasi tersebut sengaja didatangkan oleh pihak sekolah untuk memberikan edukasi penanggulangan bahaya kebakaran kepada para peserta didik (24/7).

Mereka juga antusias mengajukan beberapa pertanyaan kepada petugas damkar yang mengenakan seragam biru tua tersebut.

 Suasana penuh ketegangan, ketika salah satu petugas damkar menyalakan sebatang korek api kemudian dilemparkan ke dalam tong yang sudah diberi bahan bakar sehingga timbul kobaran api.

Salah seorang petugas damkar memberikan contoh kepada para siswa bagaimana memadamkan api tersebut dengan menggunakan karung goni basah.

“Pertama harus kita siapkan karung goni basah, adapun caranya, ujung kain karung goni tersebut ditekuk ke belakang agar tidak mengenai tangan kita, dan jangan ragu, letakkan langsung kain karung goni yang basah tersebut ke dalam kobaran api,” ujarnya.

Simulasi diberikan kepada bapak/ibu guru untuk mencoba menirukan bagaimana petugas damkar tersebut memadamkan api, kemudian dilanjutkan dengan salah seorang siswa yang tanpa ragu-ragu meletakkan karung goni basah tersebut ke tengah kobaran api hingga padam. Siswa tersebut berhasil melakukannya, dan seluruh siswa bertepuk tangan.

 Di tengah simulasi tersebut, ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan kepada petugas damkar. Salah satunya siswi bernama Cinta, yang bertanya apakah ada petugas damkar yang berjenis kelamin perempuan ? Yang dijawab oleh petugas damkar dengan senyum, mungkin suatu saat akan ada.

“Ya, pertanyaan yang bagus, mungkin saat ini belum ada petugas damkar wanita di lapangan, yang ada hanya staf administrasi, mungkin suatu saat pasti ada, dan mungkin salah satunya adik Cinta yang bertanya ini,” ujar pria berseragam biru tersebut.

Salah seorang siswa lain bernama Bram juga bertanya, apakah petugas damkar bisa menolong kucing yang tersesat di atas pohon ? Dijawab pula oleh petugas tersebut dengan ramah.

 “Tentu saja bisa, petugas damkar juga dibekali keahlian untuk melakukan pertolongan pada satwa dan juga mengamankan warga dari gangguan hewan berbahaya, seperti ular berbisa, misalnya,” jelasnya.

 Kegiatan simulasi diakhiri dengan peragaan petugas yang memadamkan kobaran api dengan selang air, dan siswa pun berebutan ingin mencobanya.

 “Perwakilan saja, nanti kalau semua mencoba bisa habis airnya,” ujarnya. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib, dan begitu petugas damkar beserta mobil unit PMK beranjak, siswa kembali ke kelas masing-masing.(*)   

Berita Terbaru