Sosialisasi Bosda, Wali Kota Mojokerto Bagikan Seragam Sekolah Gratis

avatar Eko Purbo
Wali Kota Mojokerto Ning Ita memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa baru didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ruby Hartoyo. (eko)
Wali Kota Mojokerto Ning Ita memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa baru didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ruby Hartoyo. (eko)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto kembali memberikan perlengkapan sekolah gratis untuk seluruh peserta didik baru tahun pelajaran 2025/2026 jenjang SD/MI baik negeri maupun swasta serta SMP/MTs di Kota Mojokerto.

Perlengkapan sekolah gratis ini diberikan kepada 6.100 lebih peserta didik baru dengan rincian 2.525 jenjang SD/MI dan 2.600 jenjang SMP/MTs dan 1.000 untuk anak-anak TK

Baca Juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Adapun perlengkapan yang diberikan berupa kain seragam yang diserahkan masing-masing sebanyak tiga setel, tas, dan sepatu sekolah, serta buku bagi siswa kurang mampu.

Penyerahan secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Jumat (18/7) siang.

"Kita berikan seragam secara gratis ini merupakan bentuk intervensi pemerintah kota agar tidak ada lagi keluhan dari masyarakat untuk tidak bersekolah selain SPP yang juga gratis," ujar Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini.

Selain perlengkapan sekolah gratis, Pemkot Mojokerto juga konsisten memberikan fasilitas berupa kendaraan sekolah gratis bagi para siswa.

Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan sambutannya di Graha Mandala Madya. (eko)

Melalui berbagai program gratis di bidang pendidikan yang diberikan tersebut Ning Ita berharap akan memacu semangat belajar siswa dan tidak ada lagi perbedaan yang miskin dengan yang kaya dalam memperoleh pendidikan.

"Semoga usai mengeyam pendidikan formal mereka juga melengkapi dengan berbagai ketrampilan melalui pendidikan non formal sehingga menjadi calon tenaga kerja yang kompeten," harapnya.

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyampaikan laporannya bahwa selama dua hari telah diadakan sosialisasi pengelolaan dan Pertanggungjawaban terkait bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). Hal ini dilakukan guna menunjang meningkatnya kualitas pendidikan di Kota Mojokerto. 

Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa masing-masing siswa SD/ MI mendapat bantuan anggaran Bosda sebesar Rp. 75.000,- per bulan, sedangkan siswa SMP/ MTs mendapat bantuan sebesar Rp. 92.000,- per bulan.

Dasar hukum pemakaian anggaran ini adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 28/ Tahun 2025 tentang Dana Bantuan Satuan Pendidikan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/ Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Wali Kota Nomor 34/ Tahun 2024 tentang Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah jenjang TK, SD maupun SMP. (*)

Berita Terbaru