Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

avatar Eko Purbo
Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Bupati Mojokerto Gus Barra bersama Narasumber lainnya dalam Educatopia. (ist)
Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Bupati Mojokerto Gus Barra bersama Narasumber lainnya dalam Educatopia. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat cepat di era saat ini, menuntut sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan fleksibel.

Hal ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menjadi salah satu Narasumber Educatopia Expo 2026 di Atrium Sunrise Mall, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Tak hanya Wali Kota Mojokerto, Educatopia Expo 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, kalangan akademisi, serta praktisi industri. 

Sosok wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menekankan bahwa perubahan di era digital berlangsung begitu disruptif. Menurut nya jika tidak mengikuti perkembangan tersebut, generasi muda berpotensi tertinggal dalam persaingan global.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat cepat. Ibaratnya kita berkedip sebentar saja, perubahan sudah terjadi. Kalau kita tidak mengikuti, maka kita akan tertinggal,” tutur Ning Ita. 

Ia menilai, tantangan tersebut sekaligus membuka peluang besar, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Pemerintah, menurut Ning Ita, melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang relevan dengan karakter generasi muda saat ini.

“Terdapat tidak kurang dari 18 subsektor ekonomi kreatif. Itu semua bisa menjadi pilihan bagi adik-adik untuk menekuni salah satunya, sehingga memiliki peluang masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif,” ungkapnya. 

Baca Juga: Wali Kota Ning Ita Lantik 78 Pejabat Pemkot, Harapkan Jadi Pemimpin yang Rendah Hati

Ning Ita juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan SDM yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital sebagai kunci menghadapi pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak cepat.

Ia juga menyoroti peran artificial intelligence (AI) sebagai teknologi paling transformatif di era saat ini yang semakin memudahkan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI ibarat dua bilah mata pisau.

Di satu sisi, teknologi ini dapat memberikan kemudahan luar biasa, namun di sisi lain berpotensi menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang memadai.

Baca Juga: Ning Ita Berikan TPP Prestasi Berbasis Inovasi, Wujud Apresiasi Pemerintah Daerah

“Ketika kita mampu memanfaatkan AI dengan baik, itu akan sangat membantu kebutuhan kita di era disruptif ini. Namun jika literasi dan pemahaman kita masih lemah, justru bisa menyakiti diri kita sendiri,” tuturnya. 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital. Ia mendorong agar semakin banyak forum dan ruang diskusi yang membahas pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif.

Kegiatan Educatopia Expo 2026 ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal peluang pendidikan, karier, serta perkembangan dunia kerja. Melalui kegiatan tersebut, Ning Ita berharap generasi muda semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan kompetensi yang relevan dan berdaya saing. (*)

Berita Terbaru