SURABAYA | B-news.id — Jawa Timur sebagai penyumbang tertinggi nasional produksi padi. Tak heran jika Jawa Timur sebagai ikon lumbung padi nasional.
Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus komitmen menjadi ikon sebagai lumbung pangan nasional dengan menyumbang 17,48 persen produksi padi nasional di tahun 2024.
Baca Juga: MUI Gresik Dinobatkan Sebagai MUI Dengan Kinerja Terbaik se-Jawa Timur
Bahkan di tahun 2025, produksi padi Jawa Timur telah dilakukan proses serap oleh Bulog Kanwil Jawa Timur. Pada Bulan Februari- Mei 2025, target serap Bulog Kanwil Jatim sebesar 585,581 ribu ton setara beras dan sampai tanggal 22 Mei 2025 telah terserap sebesar 478,757 ribu ton setara beras atau 81,76%.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno mengatakan, peningkatan produksi ini tak lepas dari penggunaan teknologi modern seperti combine harvester dan penerapan varietas unggul serta dengan adanya kemudahan ketersediaan pupuk bagi petani.
Heru juga mengatakan bahwa siap menjaga peran Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebagai lumbung pangan nasional dengan menyumbang 17,48 persen produksi padi nasional di tahun 2024.
“Dengan seluruh kekuatan yang ada di gapoktan dan koordinasi antara bupati/wali kota tentu dengan forkopimda, kami siap menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional," ujar Heru dalam suatu kesempatan kepada B-news.id.
Heru bangga karena Panen Raya Padi Serentak di 37 kabupaten/kota se-Jatim dengan total luas panen mencapai 5.500 hektare yang dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, di hadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Dalam panen raya tersebut, Gubernur Khofifah hadir secara langsung didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Plt Kajati Jatim Setiawan Budi Cahyono, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, dan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Rachmat.
Heru mengatakan bahwa panen raya tersebut menjadi simbol keberhasilan kolaborasi seluruh elemen pertanian Jatim, serta bukti nyata peran provinsi sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: DJP Jawa Timur Bertemu Gubernur Khofifah, Bahas Perpajakan dan Implementasi Coretax
“Predikat lumbung pangan nasional itu, sesuai dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Tercatat, luas baku sawah di Jatim mencapai 1.207.997 hektare. Hal itu membawa Provinsi Jatim menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional,” tutur Heru.
Saat panen raya padi. (Ist)
Lebih lanjut dikatakan, sepanjang tahun 2024, Jatim mencatat luas panen sebesar 1.616.985 hektare, dengan produktivitas mencapai 5,73 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare, menghasilkan 9.270.435 ton GKG, atau setara dengan 5.352.936 ton beras.
Pencapaian tersebut, kata Heru, menempatkan Jatim sebagai salah satu provinsi dengan produksi padi tertinggi nasional dengan menyumbang 17,44 persen terhadap produksi padi nasional.
Baca Juga: Dinas Pertanian dan KP Jatim Terima Penghargaan SAKIP 2025 dengan Predikat A
"Dalam 5 tahun terakhir ini, produksi padi di Jawa Timur termasuk beras adalah tertinggi di Indonesia, dan kami siap terus meningkatkan hasil sektor pertanian guna mensukseskan program Indonesia swasembada pangan," katanya.
Hingga tahun 2025 ini, tren produksi menunjukkan peningkatan yang sangat positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim per 3 Maret 2025, pada periode Januari-April 2025, luas panen tercatat sebesar 838.473 hektare, meningkat 20,17 persen atau 140.746 hektare dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 697.727 hektare.
Kenaikan itu juga diikuti oleh peningkatan produksi padi, dari 4.044.480 ton GKG pada Januari-April 2024 menjadi 4.800.015 ton GKG pada periode yang sama tahun ini, atau naik 18,68 persen. Demikian pula dengan produksi beras, yang meningkat dari 2.335.364 ton menjadi 2.771.626 ton.
"Peningkatan produksi ini, tak lepas dari penggunaan teknologi modern seperti combine harvester dan penerapan varietas unggul serta dengan adanya kemudahan ketersediaan pupuk bagi petani," pungkas Heru.(za)
Editor : Zainul Arifin