Refleksi Hari Lahir Pancasila, DPRD Sidoarjo Serukan Semangat Gotong Royong

avatar Zainul Arifin
Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo. (Ist)
Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo. (Ist)

SIDOARJO | B-news.id - Hari Lahir Pancasila, yang diperingati setiap 1 Juni, merupakan momen penting untuk merenungkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, termasuk semangat gotong royong.

Gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia yang mencerminkan semangat kebersamaan, saling membantu, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. 

Baca Juga: Dok!, APBD Sidoarjo 2026 Rp 5,716 Triliun Disahkan, Pemkab - DPRD : Program Pembangunan Lebih Dimaksimalkan

Pancasila dan Gotong Royong adalah jiwa bangsa yang tak lekang oleh waktu, gotong royong adalah pengejawantahan dari nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga: Persatuan Indonesia.

Di dalam gotong royong, tidak ada sekat agama, suku, atau status sosial. Yang ada adalah semangat saling membantu, saling menopang, dan bersama-sama mengatasi persoalan.

Di masa lalu, gotong royong menjadi tulang punggung masyarakat desa. Kini, di era digital dan global, semangat itu harus bertransformasi menjadi kolaborasi antar sektor, sinergi antar generasi, dan solidaritas lintas batas.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih mengatakan, budaya gotong royong harus ditanamkan sejak ini. Membangun Indonesia Emas bukanlah proyek jangka pendek. Ia adalah maraton yang memerlukan ketekunan dan kerja sama lintas generasi.

Oleh karena itu, semangat gotong royong harus ditanamkan sejak dini di sekolah, di keluarga, di ruang-ruang publik agar tumbuh menjadi karakter kolektif bangsa.

“Pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi kunci membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli dan berintegritas,” kata Abdillah Nasih, kepada B-news.id Selasa, (11/6/2025) di ruang kerjanya.

Ketua DPRD Sidooarjo, Abdillah Nasih. (Ist) 

Jika kita menilik ke belakang, lanjut Nasih, perjuangan para pendiri bangsa untuk merumuskan Pancasila dilandasi oleh semangat kebersamaan dan bahu-membahu demi kemerdekaan.

“Semangat inilah yang seharusnya menjadi landasan utama dalam menghadapi berbagai tantangan global termasuk di era digital ini. Misalnya, pandemi yang melanda beberapa tahun lalu telah mengajarkan kita betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, masyarakat, dan berbagai sektor lainnya. Jadi ada nilai gotong royongnya, tidak bisa diatasi sendiri,”paparnya.  

Ia menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam tindakan nyata, bukan sekadar hafalan. "Pancasila itu bukan hanya untuk dihafal saat upacara saja. Kami ingin agar nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial benar-benar dijalankan. Itu yang menjadi ruh pembangunan Kabupaten Sidoarjo," ujar legislator PKB ini.

Nasih juga menyampaikan bahwa semangat kebersamaan yang tercermin dari nilai-nilai dasar Pancasila telah membantu mewujudkan berbagai program terkait dengan peningkatakan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Dikatakannya, hari lahir Pancasila 2025, menjadi momen penting bagi masyarakat Sidoarjo untuk merefleksikan nilai-nilai dasar negara yang selama ini menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.

“Dengan semangat gotong royong, keterbukaan, dan pendidikan karakter, agar seleuruh komponen yang ada berkomitmen untuk terus menjadikan Pancasila sebagai nafas pembangunan, terutama Sidoarjo menuju masa depan yang lebih baik,”pungkas Nasih.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin (ist) 

Senada, ketua komisi A, DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini. Anak-anak kita harus dikenalkan dengan nilai-nilai Pancasila sejak kecil, bukan hanya lewat buku, tapi lewat contoh nyata di rumah dan lingkungan.

“Ketika mereka melihat orang dewasa saling menghormati, membantu tetangga, dan aktif dalam kegiatan desa, itu menjadi pelajaran yang paling berharga,” ujar Rizza, Rabu (11/6/2025) usai menjadi narasumber acara di Diskominfo Kabupeten Sidoarjo.  

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Siapkan Dana Rp200 M Pembebasan Flyover Gedangan, Bupati Subandi Pastikan Dimulai 2026

Menurut Rizza, Pancasila mampu membangun semangat gotong royong bagi masyarakat Indonesia. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

“Gotong-royong merupakan salah satu nilai-nilai bangsa Indonesia yang harus terus diaktualisasikan. Bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaannya berkat gotong-royong. Indonesia dapat meraih capaian pembangunan seperti hari ini juga karena gotong-royong. Saya yakin, hanya dengan gotong-royong kita mampu menghadapi tantangan di masa depan yang semakin berat,” ujar Rizza.

Menurut dia, Hari Lahir Pancasila yang jatuh tiap 1 Juni merupakan momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Rizza juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Pihaknya menekankan pentingnya etika dan moral sebagai pondasi utama bangsa.

“Pancasila itu sangat penting. Di dalamnya ada nilai persatuan Indonesia yang harus dijaga generasi muda untuk mempersatukan bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya,” katanya.

 Rizza mengajak seluruh milenial dan pemuda untuk terus menggaungkan semangat gotong royong. Pihaknya menegaskan nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan Bung Karno harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian, bukan mengejar keuntungan pribadi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan desa dan berharap Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran berbangsa, khususnya di tingkat desa.

Rizza juga mengatakan, bahwa Pancasila sebagai ideologi negara, hingga saat ini tetap relevan di tengah dinamika yang terjadi. Prinsip-prinsip Pancasila harus dijaga dalam seluruh aktivitas kehidupan, termasuk dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai ASN.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Dukung Kebijakan Pembebasan Denda Pajak Daerah

“Kita perlu sejenak berefleksi dan memahami filosofi yang menjadi nyawa negara Indonesia, dengan berpegang pada lima nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila. Ketuhanan, kemanusiaan, kebhinekaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” tegas Rizza.

Bupati Sidoarjo, Subandi memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Alun- alun Sidoarjo. (Ist) 

Sementara dalam kesempatan lain, Bupati Sidoarjo menegaskan bahwa gotong royong merupakan inti dari Pancasila yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Ia menuturkan bahwa gotong royong dapat dimaknai sebagai ‘mengangkat bersama’ atau memikul bersama-sama’ suatu beban, sehingga apa yang berat akan menjadi ringan bila dilakukan secara kolektif.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Namun, menurutnya, gotong royong dewasa ini semakin sulit dipraktikkan, terutama di wilayah perkotaan.

“Di kota-kota besar, antar warga tidak saling kenal, tidak peduli, dan tidak pernah melakukan kegiatan bersama. Ini adalah bentuk dari egoisme,” kritiknya.

Bupati Subandi juga mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun di atas semangat gotong royong. Inilah yang harus menjadi pegangan kita semua, terutama warga Sidoarjo.

 “Melalui semangat gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air, mari jadikan Hari Lahir Pancasila bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus berkontribusi dalam membangun Sidoarjo lebih baik lagi. Membangun Sidoarjo harus dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong,” pungkasnya. (adv/za)

Berita Terbaru