KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali mengingatkan generasi muda akan pentingnya literasi digital ditengah cepatnya arus perkembangan teknologi informasi.
Hal tersebut ia sampaikan saat bersapa dengan anggota karang taruna Kecamatan Kranggan pada forum sosialisasi bertema “Peluang Media Sosial untuk Menghasilkan Rupiah” di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Kranggan pada Senin (19/4) malam.
Baca Juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026
Ning Ita sapaan akrab wali kota menyampaikan bahwa seiring perkembangan teknologi digital, media sosial kini bukan hanya alat komunikasi, namun telah berevolusi menjadi platform bisnis yang menjanjikan.
"Dan perkembangan teknologi ini sudah berimprovisasi tidak hanya untuk media komunikasi tapi sekarang juga bisa menjadi media bisnis media untuk berdagang, promosikan menjual memasarkan jadi sekarang yang dulu fungsi utamanya adalah media komunikasi sekarang sudah berkembang menjadi media bisnis juga," kata Ning Ita di hadapan para peserta yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa.
Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perkembangan yang sangat cepat dan sifatnya yang disruptif, menurutnya, memerlukan kesiapan dan pemahaman mendalam agar tidak menjadi bumerang.
"Teknologi digital itu seperti dua bilah kedua sisinya tajam, artinya kalau kita tidak hati-hati itu bisa melukai diri kita sendiri. Maksudnya adalah kita harus paham, bagaimana memanfaat kan untuk sesuatu yang positif jangan sampai salah, kalau sampai salah itu juga bisa menyebabkan kita yang rugi," jelasnya.
Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok
Ning Ita foto bersama karang taruna se-kecamatan Kranggan. (ist)
Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya ikut-ikutan tren apa yang sedang viral di berbagai platform media sosial. Tetapi juga memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan media sosial.
"Kreativitas anak muda tidak boleh dibatasi, justru harus dimaksimalkan. Tapi harus tahu batasannya. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan sampai karena ketidaktahuan, yang niatnya kreatif malah jadi kasus hukum," katanya.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital
Pada kesempatan ini, Ning Ita juga menyampaikan harapan besarnya agar anak-anak muda Kota Mojokerto menjadi generasi yang produktif dan kreatif, tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan peluang, termasuk melalui media digital.
"Saya akan sangat bangga jika anak-anak muda Mojokerto bisa memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif dan menghasilkan secara ekonomi. Bukan sekadar pengguna, tapi menjadi pelaku ekonomi digital," pungkasnya. (*)
Editor : Zainul Arifin