Gercep Dinas PUPR Kota Mojokerto Tambal Jalan Bolong, Kurangi Kecelakaan dan Bikin Nyaman Berkendara

avatar Eko Purbo
Jalan depan makam Tropodo Kelurahan Meri Kec. Kranggan Kota Mojokerto. (foto: eko/B-news.id eko)
Jalan depan makam Tropodo Kelurahan Meri Kec. Kranggan Kota Mojokerto. (foto: eko/B-news.id eko)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Di tengah santernya pemberitaan terkait efisiensi anggaran, Dinas PUPR Kota Mojokerto tetap memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk warga masyarakat.

Hal ini telah menjadi komitmen dari seluruh jajaran di Dinas yang beralamat di Jalan Raya By Pass Mojokerto.

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Sambangi Gereja, Pastikan Pengamanan Nataru Optimal

Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto Muraji saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp terkait pekerjaan pengaspalan jalan di Kota Mojokerto salah satunya di jalan Permata dan sekitar makam lingkungan Tropodo yang terhubung dengan terowongan Benteng Pancasila. 

"Jalan menuju terowongan ini kan paling sibuk dilalui oleh warga yang berkegiatan, baik akan berangkat kerja, anak-anak sekolah maupun yang mau berbelanja" ujar Muraji.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkot Mojokerto Gelar HLM Pengendalian Inflasi

Ia juga mengatakan bahwa dinas PUPR berkerja tidak menunggu permasalahan menjadi berlarut. "Kita tidak menunggu kondisi jalan rusak parah baru meresponnya. Akan tetapi begitu banyak kondisi yang berlubang, kita lakukan penambalan aspal agar jangan sampai terjadi kecelakaan dan jalan lebih nyaman untuk dilewati," tambahnya.

Masih menurut Muraji, meskipun pihaknya juga mengalami efisiensi anggaran karena adanya Perpres Nomor 01 Tahun 2025, tapi pelayanan harus tetap prima. Hal ini juga sejalan dengan apa yang dipesankan Wali Kota Mojokerto Ning Ita, bahwa setiap efisiensi yang dilakukan Outcomenya harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. 

Baca Juga: Tinjau Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Ning Ita Berharap Ada Generasi Muda Jadi Petani

"Meski anggaran untuk tahun ini banyak mengalami pengurangan namun pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus diutamakan, itu juga yang diwanti-wanti sama bu wali," tutup Muraji. 

Sebagai informasi kegiatan penambalan aspal ini termasuk pemeliharaan dan perbaikan jalan. Dimana pengerjaannya sangat kondisional sesuai dengan keadaan di lapangan. Pemeliharaan jalan ini juga bersifat kontinyu, kerusakan ringan serta tidak membutuhkan anggaran yang besar. (*)

Berita Terbaru