SURABAYA | B-news.id – Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Ir Heru Suseno mengatakan, Jawa Timur siap mempertahankan dan mewujudkan menjadi lumbung pangan Nasional.
Demikian dikatakannya saat mendampingi gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan panen raya padi belum lama ini.
Heru Suseno mengatakan, bahwa panen raya ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi seluruh elemen pertanian Jawa Timur, serta bukti nyata peran Provinsi yang digawangi Dinas Pertanian Jawa Timur sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Jawa Timur dengan seluruh kekuatan yang ada di Gapoktan dan koordinasi antara Bupati/Wali Kota tentu dengan Forkopimda kami siap menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional,” papar Heru.
Dikatakan Heru Suseno, Pemprov Jatim, tahun 2025, mentargetkan hasil panen padi sedikitnya 12 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) menyusul ditekennya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Indonesia stop impor beras.
‘’Kami optinis, JawaTimur siap mendukung progam pemerintah dalam mengatasi ketahanan pangan nasional dan menjadi lumbung pangan nasional,’’ ungkapnya.
Untuk mencapai target di atas, lanjut Heru, Dispertan Jatim bersama-sama Dispertan Kabupaten/kota bahu membahu berusaha menambah cakupan luasan areal penanaman padi. Hasilnya, tahun 2025 ini, areal tanaman padi akan disebar di atas lahan seluas kurang lebih 2,3 juta hektar.
Tahun 2024 lalu, lanjut mantan Pj Bupati Tulungagung ini, mengatakan, hasil panen hanya 9,3 juta ton GKG yang diperoleh dari 1,6 juta hektar luasan panen. Sedang Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan bisa mencapai 2,25 dalam setahun.
Menurut Heru, tidak semua daerah IP-nya sama. Ada yang lebih kecil ada pula yang lebih besar. Tahun 2024 lalu hasil 9,3 juta ton GKG level IP-nya hanya 1,95 Hal ini termasuk untuk wilayah 10 daerah kantong-kantong pertanian yang diunggulkan di Jatim.
"Saat ini, petani di Jatim sangat antusias menanam padi dibanding masa-masa sebelumnya. Psikologi ini diperngaruhi beberapa kebijakan pemerintah yang sangat menguntungkan posisi petani jika menanam padi," terang pria yang hobi gowes ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno menyampaikan sambutan dalam acara panen raya padi di Kabupaten Blitar. (Ist)
Baca Juga: Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan, Khofifah Raih Penghargaan DPD Awards 2025
Terkait dengan penyerapan gabah Bulog ke Petani, harganya sudah diterapkan Rp 6.500 per kilogramnya.
‘’Semua hasil panen petani diserap Bulog. Harganya ditetapkan Rp 6.500 per kilogram. Pupuknya disuplai dan tidak dipersulit. Bahkan, kebutuhan bibit pun juga dimudahkan oleh pemerintah,’’ kata Heru.
Ditambahkan Heru, tahun 2025 ini, Pemprov Jatim mendapatkan bantuan 195 unit pompa air dari Kementrian Pertanian (Kementan). Bantuan pompa air dibarengi dengan bantuan pembangunan 195 rumah pompa air.
‘’Kalau dihitung-hitung nilainya pompa air dan rumahnya sekitar Rp 125 juta per unit. Pompa air ini akan difungsikan secara maksimal saat musim kemarau tiba. Saat kemarin sawah diharapkan tidak kekurangan air dan produksi padinya tetap terjaga sesuai harapan,’’ pungkas Heru.
Seperti diketahui Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Inpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengolahan Bagah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah. Intinya, Inpres mengisyaratkan bahwa Pemerintah Indonesia secara resmi telah menghentikan impor beras dari negara-negara manapun.
Baca Juga: Operasi Zebra Semeru Ditlantas Polda Jatim Beri Reward Bagi Pengendara Tertib
Sedangkan predikat Lumbung Pangan Nasional ini, kata Heru sesuai dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Tercatat, luas baku sawah mencapai 1.207.997 ha, provinsi Jawa Timur menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional.
Jawa Timur menjadi tolok ukur dalam swasembada beras tingkat nasional dan berkomitmen menjadi lumbung pangan nasional. (Ist)
Lebih lanjut, sepanjang tahun 2024, Jatim mencatat luas panen sebesar 1.616.985 ha, dengan produktivitas mencapai 5,73 ton Gabah Kering Giling (GKG) per ha, menghasilkan 9.270.435 ton GKG, atau setara dengan 5.352.936 ton beras.
Pencapaian tersebut, lanjjut Heru, menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan produksi padi tertinggi nasional dengan menyumbang 17,44 persen terhadap produksi padi nasional.
“Sebagaimana 5 tahun terakhir, produksi padi di Jawa Timur termasuk beras adalah tertinggi di Indonesia, dan kami siap terus meningkatkan hasil sektor pertanian guna mensukseskan program Indonesia swasembada pangan,” pungkasnya.(za)
Editor : Zainul Arifin