Halal bi Halal Muslimat NU Kota Mojokerto, Ning Ita Tekankan Pentingnya Tata Kelola Organisasi

avatar Eko Purbo
Ika Puspita Sari, selaku Ketua Muslimat NU Kota Mojokerto melaksanan tradisi sungkeman di kalangan warga nadhiyin atau muslimat melalui acara Halal bi Halal. (ist)
Ika Puspita Sari, selaku Ketua Muslimat NU Kota Mojokerto melaksanan tradisi sungkeman di kalangan warga nadhiyin atau muslimat melalui acara Halal bi Halal. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PC Muslimat NU Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan pentingnya tata kelola administrasi dalam berorganisasi. 

Ia menegaskan dalam menjalankan organisasi tidak hanya sekedar melaksanakan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas tetapi juga diperlukan pelaporan secara berjenjang. 

Baca Juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

"Apa yang sudah istiqomah dilakukan memang baik, dan merupakan bagian dari merawat tradisi, tapi perlu kita pahami, ini adalah organisasi. Di organisasi kita juga perlu melaksanakan tata kelola administrasi organisasi. Maka perlu ada laporan secara berjenjang. Monggo bisa melalui WA. Sekarang teknologi itu memudahkan kita, dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan keorganisasian kita," katanya saat hadir dalam Halal Bi Halal PC Muslimat NU di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat pada Jumat (4/4). 

Dalam kesempatan ini, Ning Ita sapaan akrab wali kota juga menyampaikan salah satu hasil dari Kongres Muslimat NU ke-18 yang digelar di Surabaya pada Februari 2025 lalu, yakni tentang perubahan struktur organisasi Muslimat NU. 

Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

"Kalau dulu kita kenal ketua umum pimpinan muslimat NU adalah Ibu Khofifah, karena strukturnya adalah Ketua Umum itu adalah posisi tertinggi didalam struktur pimpinan pusat, tetapi sekarang berubah mengikuti struktur organisasinya PBNU sehingga di Muslimat tingkat pusat itu seperti di PBNU, ada Rois Am ada ketua Tanfidziyah. Jadi bu Khofifah sekarang posisinya adalah Ketua Umum Dewan Pembina kalau di PBNU itu setara dengan Rois Aam," terangnya. 

Ia menambahkan hasil kongres Muslimat NU ke-18 ke depan juga akan disosialisasikan secara berjenjang hingga anak ranting di masing-masing lingkungan dan bisa dipahami dan dijadikan pedoman dalam menjalankan organisasi. 

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

Ning Ita juga berharap kesigapan anggota Muslimat NU untuk mengikuti semua kegiatan organisasi senantiasa diiringi oleh niatan yang baik, li'ila kalimatillah.

"Muslimat ini niatnya adalah li'ila kalimatillah. Supaya apa yang kita lakukan, setiap langkah yang kita upayakan, setiap gerak yang kita lakukan ini semuanya bernilai ibadah dan bisa menjadi salah satu pemberat amalan kita untuk dipertimbangkan di akhirat kelak," pungkasnya. (*)

Berita Terbaru