Bupati Mojokerto Resmi Buka Musrenbang RKPD 2026, Gus Barra Sebut 5 Hal

avatar Eko Purbo
Musrenbang Kabupaten Mojokerto 2026 selesai ditanda tangani oleh Bupati Gus Barra didampingi Kepala OPD terkait dan Kepala Bakorwil Bojonegoro. (foto : eko / B-news.id)
Musrenbang Kabupaten Mojokerto 2026 selesai ditanda tangani oleh Bupati Gus Barra didampingi Kepala OPD terkait dan Kepala Bakorwil Bojonegoro. (foto : eko / B-news.id)

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang akrab disapa Gus Barra ini membuka secara resmi musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mojokerto tahun 2026 di Pendopo Graha Maja Tama pada Kamis (27/3) pagi.

Acara Musrenbang tahun 2026 ini diselenggarakan atas inisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, dimana dari hasil musrenbang di tingkat desa, kemudian dilanjutkan dengan musrenbang di tingkat kecamatan dan teakhir musrenbang tingkat kabupaten/ kota.

Baca Juga: KemenHAM dan Pemkab Mojokerto Pastikan Evaluasi Total Pasca Insiden Dugaan Keracunan

Bupati Gus Barra menyampaikan bahwa ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam musrenbang RKPD tahun 2026 kali ini agar rencana pembangunan kabupaten/ kota bisa selaras dengan rencana pembangunan provinsi Jawa Timur dan Asta Cita Presiden Prabowo dalam membangun negara Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Selain itu melalui musrenbang ini diharapkan meningkatnya partisipasi masyarakat pada setiap proses dan pelaksanaan pembangunan serta seluruh OPD pro aktif mengajukan usulan kepada Kementerian dan pemerintah provinsi JawaTimur melalui anggaran APBN maupun APBD provinsi.

"Saya harap melalui musrenbang ini terbentuk pengembangan partisipasi masyarakat di setiap prosesnya dan pelaksanaannya. Serta saya minta kepada seluruh OPD agar lebih pro aktif untuk mengajukan usulan baik kepada Kementerian maupun pemerintah provinsi yang dananya bersumber dari APBN dan APBD provinsi," tutur Gus Barra.

Selanjutnya Gus Barra mengatakan bahwa ada beberapa hal yang patut diperhatikan, yaitu tentang peningkatan SDM yang menurutnya harus segera diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Gus Barra didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shoffiya Hana mengunjungi stand UMKM Naik Kelas di barat Pendopo Graha Maja Tama. (eko)

Baca Juga: Resmi Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Gus Bupati : Hindari Pola Kerja Sektoral Perkuat Sinergitas 

Yaitu pendidikan, yang mana pendidikan ini sebagai penyokong kualitas SDM juga terjaganya tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mojokerto bisa mempengaruhi kualitas SDM yang akan datang.

"Maka yang perlu diperhatikan dan merupakan isu strategis adalah kualitas SDM yang meliputi peningkatan layanan dan akses pendidikan merata, pemerataan tersedianya fasilitas kesehatan serta peningkatan penanganan balita gizi buruk dan stunting," tegasnya.

Sementara itu menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap harus menjadi prioritas Kepala Daerah.

Baca Juga: Apel Penerimaan KKN-BBK Unair, Gus Bupati Harap Mahasiswa Bawa Program Inovatif dan Berkelanjutan

Ada dua hal untuk merealisasikan kesejahteraan masyarakat tersebut yakni terbukanya lapangan kerja dan validasi data kemiskinan agar bantuan sosial yang akan diberikan dapat efektif dan tepat sasaran.

"Kami sangat berharap agar melalui musrenbang RKPD ini dapat menghasilkan kesepakatan yang konstruktif dan dapat memberi dampak yang positif terhadap pembangunan daerah. Pembangunan yang kita laksanakan harus memperhatikan aspek pemerataan keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Mojokerto," jelas Ayni.

Dalam acara musrenbang RKPD tahun 2026 juga digelar pameran "UMKM Naik Kelas" disisi barat Pendopo Graha Maja Tama. Gus Barra beserta Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shoffiya Hana berkesempatan mengunjungi dan menyapa pelaku UMKM batik Mojokerto yang berhasil Go Nasional. (adv/eko)

Berita Terbaru