Atap Ruang Kelas SDN Balongsari 2  Kota Mojokerto Jebol, Kadikbud : Tidak Ada Korban Jiwa

avatar Eko Purbo
Salah satu gedung SDN Balongsari yang atapnya ambruk. (foto: eko/B-news.id)
Salah satu gedung SDN Balongsari yang atapnya ambruk. (foto: eko/B-news.id)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Baik APBN maupun APBD porsi anggaran untuk dinas pendidikan sangat besar.

Dengan anggaran yang mencapai 20 persen, namun sungguh miris sebuah gedung SDN Balongsari yang beralamat di Jalan Gajahmada dan kurang lebih berjarak 200 meter dari kantor pemerintah kota (Pemkot) Mojokerto, jebol.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu 2025, TP PKK Kota Mojokerto Tegaskan Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

Beruntung saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Ruby Hartoyo S.Sos. MM. yang sempat dihubungi awak media pada Kamis (23/1) siang, membenarkan bahwa ada satu gedung di SDN Balongsari 2 Kota Mojokerto yang runtuh atapnya yaitu ruang klas satu, sehingga kegiatan belajar mengajar untuk murid kelas satu dipindahkan ke ruang Aula.

Ruby Hartoyo menyebut kalau ruangan yang ambruk itu bangunan lama dan dalam waktu tiga hari berturut-turut hujan turun di wilayah Kota Mojokerto sehingga menambah mudahnya atap kelas yang sudah rapuh tersebut jebol.

Baca Juga: Dzikir Akbar Bersama Gus Iqdam, Pungkasi Rangkaian HUT Korpri dan Doa Keberkahan untuk Kota Mojokerto

SDN Balongsari di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto. (eko)

Masih menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, kejadiannya pada Rabu (22/1/2025) dini hari sehingga tidak sampai timbul korban pada anak didik. "Untungnya kejadiannya dini hari, jadi tidak sampai ada korban," ujar Ruby Hartoyo. 

Selanjutnya ia mengatakan Dinas Pendidikan bergerak cepat untuk membersihkan reruntuhan atap dan menurunkan genting yang masih tersisa dan kondisi bagus. 

Baca Juga: Satpol PP Kota Mojokerto Tertibkan Kabel Fiber Optik Wujud Tegakkan Perda

"Kita gunakan dana pemeliharaan untuk segera memulihkan kondisi atap ruang kelas yang jebol, supaya anak-anak bisa mengikuti belajar mengajar kembali secara normal," tambahnya. 

Sebagai informasi ada 44 SD negeri maupun swasta serta 14 SMP negeri/ swasta yang semuanya harus mendapat perhatian yang sama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. (*)

Berita Terbaru