Wali Murid Keberatan Program Study Tour Pendidikan, Ini Jawaban Kepala SDN Pejagan 7

avatar Cholis
SDN Pejagan 7 Kota Bangkalan. (ist)
SDN Pejagan 7 Kota Bangkalan. (ist)

BANGKALAN | B-news.id - Program Tour Pendidikan yang diselenggarakan oleh sejumlah sekolah yang ada di Bangkalan dengan tujuan meningkatkan wawasan siswa, dikeluhkan oleh wali murid.

Pasalnya, biaya program study tour tersebut dianggap membebani wali murid yang mencapai ratusan ribu per siswa.

Baca Juga: Lahan Eks PT Semen Madura Disoal

Mayoritas destinasi dan yang dipilih adalah Jatim Park di Kota Malang, yang dianggap mampu memberikan pengalaman belajar interaktif melalui berbagai wahana edukasi. 

Namun, kegiatan ini menuai kontroversi akibat protes dari sebagian wali murid yang keberatan dengan besarnya biaya yang dibebankan.  

Sejumlah wali murid menilai bahwa program ini tidak sejalan dengan kemampuan ekonomi mereka. 

"Kami tidak keberatan dengan program belajar di luar sekolah, tapi biaya yang diminta sebesar Rp 580.000,- itu sangat membebani. Kami masih butuh uang untuk biaya sehari-hari kami," ungkap seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.  

Kondisi ini memicu polemik terkait larangan pungutan. Berdasarkan Permendikbudristek No. 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS, sekolah yang menerima dana BOS dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada siswa, terutama untuk keperluan yang sudah dibiayai oleh dana BOS.

Selain itu telah diatur pula dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang secara tegas melarang pihak sekolah melakukan penarikan dana dari orang tua siswa.

Baca Juga: RSUD Syamrabu Bangkalan Pecat 3 Karyawan Terlibat Narkoba

Dalam regulasi tersebut, penggalangan dana hanya diperbolehkan jika bersifat sukarela, tidak memberatkan, dan atas dasar kesepakatan bersama.  

Namun, pihak sekolah berdalih bahwa kegiatan ini merupakan permintaan siswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar langsung di luar lingkungan sekolah. 

Salah satu dari sekian banyak sekolah yang telah merencanakan untuk melakukan kegiatan tersebut adalah UPTD SDN Pejagan 7 Kota Bangkalan.

Pihak kepala sekolah Ida Laila menjelaskan bahwa kegiatan ini menurutnya salah satu tradisi lama yang telah dilakukan pada zamannya saat sekolah.

Baca Juga: Satlantas Polres Bangkalan Gelar Program Polantas Menyapa,  Edukasi Layanan SIM, STNK, dan BPKB

Ia mengatakan kegiatan seperti ini akan memberikan pengalaman secara langsung tentang salah satu daerah yang memiliki nilai edukasi kepada siswa.

"Kegiatan ini merupakan tradisi sejak lama dan murni diminta oleh siswa. Tujuan kami tidak lain adalah untuk meningkatkan wawasan siswa melalui pengalaman belajar di tempat yang menyenangkan. Semua dilakukan dengan pertimbangan edukatif, disana (Jatim Park, Malang, red) siswa dapat mempelajari tentang daerah luar selain suhunya yang dingin. Dan sebesar seratus lima puluh ribunya itu untuk biaya foto, laminating, fotocopy, penulisan raport, print out dan lain sebagainya pada saat pelulusan sekolah nanti," papar kepala sekolah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/1)

"Masa kalau sudah mayoritas banyak yang setuju, kegiatan ini mau digagalkan, coba bayangkan jika sampean sebagai guru," lanjut kepala sekolah melimpahkan pertanyaan kepada media.(*)

Berita Terbaru