GRESIK | B-news.id - Layanan kesehatan untuk masyarakat Gresik kini semakin lengkap. Hal ini lantaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik meresmikan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Rabu (18/12).
Gedung megah yang memiliki 2 lantai tersebut menelan dana sebesar Rp 5,3 miliar. Pada awalnya, gedung ini bernama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sebelum akhirnya berubah nama menjadi Labkesmas. Perubahan nama Labkesda menjadi Labkesmas atas saran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Nantinya, Labkesmas digunakan untuk uji berbagai macam penyakit seperti pemeriksaan liver, pemeriksaan darah, kolesterol, dan lainnya. Sedang Labkesda dulu hanya berfokus pada pemeriksaan lingkungan seperti air dan makanan.
Kepada Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, pembangunan gedung Labkesmas sudah selesai tepat waktu tahun 2024. Gedung ini mendapatkan anggaran dari pemerintah.
“Alhamdulillah tahun 2024 sudah selesai pembangunan. Kami mendapat anggaran bantuan gedung ini sebesar Rp5,3 M. Sesuai spefikisasi harusnya 3 lantai, baru bisa membangun 2 lantai. Mudah-mudahan mendapat anggaran tahun depan untuk lantai 3,” katanya.
Khusnah menerangkan pihaknya berterima kasih kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) yang telah mengawal, membimbing dan memberi masukan sehingga pembangunan gedung ini selesai tepat waktu, sesuai dengan rencana.
“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Kejari, karena kami terus dibimbing dan dikawal, diajak diskusi bersama. Kami ucapkan terimakasih. Alhamdulillah selesai tepat waktu pembangunan ini, sesuai kontrak yang disepakati bersama,” ucapnya.
Berikutnya lanjut Khusnah, Labkesmas menjadi laboratorium lingkungan dan klinik. Nantinya mudah-mudahan bisa berkembag dengan baik, misal ada pemeriksaan kimia, air minum, dan juga bisa melayani laboratorium dasar. Dan semoga bisa menjadi tambahan pendapatan asli daerah bagi Pemkab Gresik.
Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
“Perubahan nama dari Labkesda ke Labkesmas itu dari Kemenkes, kalau dulu hanya ada pemeriksaan secara lingkungan seperti air dan makanan. Sekarang bisa ke pemeriksaan penyakit. Misal, kalau ada kejadian luar biasa, Labkesmas harus turun untuk meneliti,” ucapnya.
Sementara untuk tarif, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada. Penarikan tarif ini nantinya masuk untuk keuntungan pendapatan daerah (PAD).
Sedangkan untuk SDM-nya sudah ada, SDM laboratorium sewaktu masih menjadi Labkesda.
“Untuk saat ini masih ada tarif dan sesuai Perda. Target pendapatan harus dicapai untuk Labkesmas dan itu nanti disetorkan ke daerah, sebagai PAD. Hanya peralatannya masih membutuhkan cukup banyak dan kami masih menyodorkan ke kemenkes,” jelas Khusnah.
Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Di tempat yang sama, Kepala bagian barang dan jasa, Muhammad Kurniawan Yulianto mengatakan mempunyai tugas pokok dan fungsi mengawal hingga akhir pembangunan. Gedung ini merupakan proyek strategis yang dimonitoring oleh KPK dan dikawal oleh Kejari Gresik.
Juga dari instansi internal, ada inspektorat serta pengadaan barang dan jasa, yang melakukan monitoring setiap pelaksanaan tender dan sebagainya.
“Alhamdulilah berjalan sesuai rencana, secara umum pelaksanaan dalam monitoring tidak ada kendala yang berarti. Dalam proses tender juga begitu, penawaran tidak lebih dari 20 persen, penawaran juga cukup bagus dan tidak melampaui kewajaran. Jika lebih, nanti kena semua,” jelasnya. (*)
Editor : Zainul Arifin