Disnaker Kabupaten Blitar Gelar Job Fair, Komitmen Tekan Angka Pengangguran

avatar Sunyoto
Para pencari kerja mendatangi Job Fair untuk mencari info pekerjaan. (ist)
Para pencari kerja mendatangi Job Fair untuk mencari info pekerjaan. (ist)

BLITAR | B-news.id -  Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar menggelar job fair selama dua hari, yakni pada 29-30 November 2024. Acara yang diadakan di halaman Kantor Disnaker Kabupaten Blitar ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono, menjelaskan bahwa job fair tahun ini melibatkan 44 perusahaan yang membuka sebanyak 1.400 lowongan pekerjaan. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor industri, seperti manufaktur, perdagangan, jasa, hingga teknologi.

Baca Juga: Sedekah Bumi Plandirejo: Doa yang Menyatu dengan Tanah, Jejak Leluhur yang Menjadi Wisata Jiwa

Menurut Tavip, kehadiran acara ini sangat dinanti oleh masyarakat, terutama para pencari kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian mereka.

“Antusias pencari kerja cukup tinggi. Pada hari pertama saja, lebih dari 500 orang memadati stand-stand perusahaan. Kami optimistis jumlah ini akan terus bertambah hingga Sabtu besok. Job fair ini sangat penting bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang mencari pekerjaan,” ungkap Tavip, Jumat (29/11/2024).

Tingginya angka pengunjung job fair ini juga menjadi indikator bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses informasi dan peluang kerja.

Tavip menambahkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar sudah menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, TPT tercatat sebesar 4,91 persen, turun 0,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 5,45 persen.

“Harapannya, melalui job fair ini, angka pengangguran dapat terus ditekan. Kami ingin memberikan peluang yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan,” lanjutnya.

Selain menggelar job fair, Disnaker Kabupaten Blitar juga fokus pada pengembangan kompetensi tenaga kerja. Tavip menekankan pentingnya pelatihan keterampilan agar masyarakat memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: Pemkab Blitar Akan Serahkan SK kepada 1.720 P3K Paruh Waktu pada 19 Desember 2025

Program pelatihan ini meliputi berbagai bidang, seperti teknologi informasi, pemasaran digital, pengelasan, dan kejuruan lainnya yang dibutuhkan oleh industri.

“Kami tidak hanya menyediakan peluang kerja, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan. Dengan begitu, mereka lebih siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif,” jelas Tavip.

Selain pelatihan keterampilan, Disnaker juga mendorong masyarakat untuk menjadi pengusaha baru. Berbagai program kewirausahaan disiapkan untuk membangun mental pengusaha sekaligus membantu menciptakan lapangan kerja baru. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada peluang kerja formal.

Menurut Tavip, pengembangan kewirausahaan sangat penting untuk mendukung perekonomian lokal. Program-program tersebut mencakup pelatihan manajemen usaha, pendampingan bisnis, hingga akses permodalan melalui kerjasama dengan lembaga keuangan. “Kami ingin masyarakat Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” katanya.

Baca Juga: DPUPR Kabupaten Blitar Dorong Proyek Infrastruktur Tepat Waktu dan Berkelanjutan

Job fair ini juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menjangkau kandidat terbaik. Para pelamar dapat langsung bertemu dengan perwakilan perusahaan untuk menyampaikan lamaran dan menjalani proses wawancara. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses rekrutmen dan mempertemukan perusahaan dengan calon tenaga kerja yang tepat.

Tavip menilai bahwa job fair adalah salah satu solusi efektif untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dan pencari kerja. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya persiapan menghadapi dunia kerja, seperti membuat CV yang menarik dan menjalani wawancara kerja dengan percaya diri.

Melalui berbagai upaya tersebut, Tavip optimistis angka pengangguran di Kabupaten Blitar dapat terus ditekan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami berharap job fair ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Blitar. Dengan meningkatnya kualitas tenaga kerja, kami yakin mereka akan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” pungkas Tavip.

Berita Terbaru