BLITAR | B-news.id - Pemerintah Desa Ngrejo di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, telah melakukan berbagai pembangunan infrastruktur di Dusun Prodo sebagai bagian dari upaya memaksimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) tahun 2024.
Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 7 Tahun 2023 mengenai rincian prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2024.
Baca Juga: Sedekah Bumi Plandirejo: Doa yang Menyatu dengan Tanah, Jejak Leluhur yang Menjadi Wisata Jiwa
Kepala Desa Ngrejo, Imam Suyadi, menyatakan bahwa tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk mempercepat pemerataan pembangunan di desa sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, dengan adanya infrastruktur yang memadai, aksesibilitas masyarakat menjadi lebih mudah, dan ini akan mendorong pergerakan ekonomi lokal yang lebih baik.
Pada tahun 2024, terdapat beberapa proyek infrastruktur di Dusun Prodo yang menjadi fokus pembangunan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan beton sepanjang 234 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter. Jalan beton ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, terutama mereka yang bergantung pada jalan ini sebagai jalur utama dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Selain pembangunan jalan, Desa Ngrejo juga melakukan pembangunan Talut Penahan Tanah (TPT) di Dusun Prodo dengan panjang 21 meter dan tinggi 170 cm. Talut ini berfungsi untuk mencegah longsor dan erosi tanah di sekitar area yang rawan, mengingat kondisi tanah di daerah tersebut yang rentan. Dengan adanya TPT, keamanan warga dan lingkungan sekitar dapat lebih terjamin.
Selokan drainase sepanjang 17,5 meter juga dibangun untuk memperlancar aliran air terutama saat musim hujan. Infrastruktur drainase ini sangat penting untuk mengurangi genangan air yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalan dan lingkungan sekitar. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Ngrejo berupaya mengurangi risiko banjir dan dampak negatif dari aliran air yang tidak terkendali.
Selain itu, pembangunan gorong-gorong plat sepanjang 4 meter dengan lebar 1,6 meter dan ketebalan 0,2 meter juga turut dilakukan. Gorong-gorong ini akan berfungsi sebagai jalur aliran air di bawah jalan, yang mampu menampung debit air yang cukup besar. Ini penting untuk memastikan aliran air tidak mengganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Imam Suyadi mengungkapkan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di Dusun Prodo ini mencapai Rp 181.028.600,- yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024.
"Pengerjaannya pun telah selesai pada 6 November 2024, sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ujar Imam Suyadi.
Pemdes Ngrejo bangun proyek jalan Desa Dusun Prodo dari Dana Desa. (ist)
Lebih lanjut, Kepala Desa Ngrejo menambahkan bahwa proses perencanaan anggaran ini melalui beberapa tahapan yang melibatkan masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Blitar Akan Serahkan SK kepada 1.720 P3K Paruh Waktu pada 19 Desember 2025
Pembangunan infrastruktur di Dusun Prodo ini telah dibahas melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes), kemudian ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Desa, serta dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2024.
Dalam musrenbangdes, masyarakat desa diundang untuk memberikan masukan dan saran terkait pembangunan yang mereka butuhkan.
Hal ini bertujuan agar proyek yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat setempat. Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan pembangunan yang dilakukan bermanfaat bagi semua pihak.
Melalui pembangunan ini, Imam berharap warga Dusun Prodo akan merasakan manfaat dari infrastruktur yang telah dibangun.
Dia berharap bahwa dengan adanya jalan yang lebih baik, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan, yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau.
Baca Juga: DPUPR Kabupaten Blitar Dorong Proyek Infrastruktur Tepat Waktu dan Berkelanjutan
Selain itu, Imam juga berharap pembangunan infrastruktur ini dapat menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha atau investor yang ingin mengembangkan usahanya di Desa Ngrejo. "Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan pertumbuhan ekonomi desa akan meningkat, serta lapangan kerja bagi masyarakat setempat dapat bertambah," ungkapnya.
Pemerintah Desa Ngrejo juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ini dengan melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.
"Dengan demikian, infrastruktur yang ada tidak hanya dapat dimanfaatkan saat ini, tetapi juga tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang," ungkap Imam.
Imam menekankan bahwa pembangunan ini hanyalah langkah awal untuk menciptakan desa yang maju dan mandiri. Ke depan, pihaknya berencana untuk terus mengoptimalkan Dana Desa guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mencapai visi desa yang lebih baik.
"Dengan adanya pembangunan infrastruktur ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat Dusun Prodo, khususnya Desa Ngrejo secara keseluruhan, dapat semakin meningkat, menciptakan desa yang berkembang, mandiri, dan sejahtera," pungkas Imam. (sunyoto)
Editor : Zainul Arifin