SIDOARJO | B-news.id - Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sidoarjo semakin dekat. Ajang Pilkada serentak 2024 ini untuk memilih pemimpin baru Periode 2024-2029.
DPRD Sidoarjo ajak pemilih pemula jadi pemilih yang cerdas pada Pilkada 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan bahwa pemilih pada pemilu 2024 mayoritas pemilih didominasi oleh generasi Z dan millenial hampir separuh lebih.
Baca Juga: Manuver Politik, Kado Pilu Ultah ke-52 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
Dengan kata lain, pada pemilu tahun ini, anak-anak muda mengisi lebih dari setengah jumlah pemilih dan akan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam menentukan iklim politik, terutama di Kabupaten Sidoarjo.
Sebagai salah satu tokoh pemuda yang saat ini duduk sebagai Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih memberikan pandangan terhadap generasi muda yang saat ini menjadi kelompok terbesar sebagai pemilih dalam kontestasi pada demokrasi yang akan berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia,.
Menurutnya, kaum muda memiliki tanggungjawab yang sama untuk ikut serta menyukseskan pemilihan kepada daerah tahun ini. Salah satunya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya dan memilih calon pemimpin yang sesuai dengan hati nurani masing-masing pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
“Berkaitan dengan Pemilu, partisipasi anak minimal gen Z harus optimal dan aktif jangan antipati terhadap politik, karena suara mereka memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keberlangsungan pembangunan terutama di Kabupaten Sidoarjo,” ujar legislator PKB ini usai mengikuti rapat paripurna DPRD pekan lalu.
Ketua DPRD Kab Sidoarjo, Abdillah Nasih. (ist)
Dengan seiring berkembangnya zaman, terutamna adanya teknologi informasi, menuntut setiap partai politik terutama calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi pemilu lebih kreatif dalam mengajak para pemilih terutama generasi muda.
“Kalau saya lihat, para calon ini juga sudah masif berkampanye melalui platform media sosial untuk menartik simpati mereka (anak muda, red), nah, sekarang tinggal bagaimana anak-anak muda tergerak atau tidak,”ujarnya.
Dirinya juga menyayangkan masih ada sebagian anak muda yang masih apatis atau tidak peduli terhadap perkembangan politik yang terjadi. Padahal menurutnya, meskipun tidak terjun secara langsung peran generasi muda untuk ikut serta dalam setiap proses politki saat ini sangat di nantikan. Mengingat, dalam setiap pengambilan kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak terkepas dari campur tangan dan proses politik.
“Jika mereka mendapat informasi secara baik dan mau diajak diskusi dengan para caon kepala daerah, dan nantinya terpilih, akan ada banyak kebijakan yang akan berpihak kepada mereka (anak muda, red), sehingga ruang yang mereka inginkan bisa diakomodir. Dan itu yang harusnya di lakukan oleh para calon agar mampu menarik minat anak muda untuk ikut serta dalam setiap proses pesta demokrasi ini,”paparnya.
Abdillah Nasih, juga menekankan pentingnya pemilih muda agar cerdas dalam memilih Bupati pada Pilkada 2024. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus teliti dalam mempertimbangkan visi dan misi calon kepala daerah yang akan memengaruhi masa depan mereka.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih (ist)
Tak hanya itu, Nasih juga mengajak seluruh warga untuk menjadi pemilih cerdas dan kritis. Peran aktif masyarakat dalam Pilkada sangat penting. Ia mengajak warga untuk tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam kampanye secara aktif mendukung terciptanya iklim politik yang sehat.
Baca Juga: Subandi Kembali Jabat Plt. Bupati Sidoarjo Mulai 24 November 2024
"Kepada seluruh masyarakat Sidoarjo, saya mengajak untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada ini. Gunakan hak pilih dengan bijak dan bertanggung jawab. Pelajari dengan seksama visi dan misi, serta program kerja para calon dengan seksama. Jadilah pemilih yang cerdas dan kritis," kata Nasih, kepada B-news.id.
"Mari ciptakan suasana kampanye yang kondusif, di mana perbedaan pilihan politik justru memperkuat persatuan kita sebagai bangsa," tambahnya.
Secara khusus, Ketua DPRD Abdillah Nasih mengucapkan selamat berkompetisi kepada para calon. Ia mengatakan kesempatan ini merupakan amanah yang besar dari rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.
"Saya yakin kedua pasangan calon dapat mengedepankan visi dan misi yang konstruktif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Tunjukkan kualitas terbaik kepada masyarakat Sidoarjo. Ingatlah, bahwa tujuan utama kita adalah memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sidoarjo, bukan semata-mata meraih kekuasaan," katanya.
Terakhir, ia juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri di Kabupaten Sidoarjo. Atas kerja keras dan dedikasinya dalam mempersiapkan dan mengawal jalannya Pilkada. "Tugas ini sangatlah berat dan mulia. Mari kita dukung dengan menjadi pemilih yang cerdas, kritis dan menjunjung tinggi asas langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil," katanya.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Suyarno. (ist)
Seperti diketahui, sebelum pelaksanaan Pilkada kedua calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo mengikuti deklarasi ditandai pembacaan naskah dan penandatanganan komitmen untuk menjaga suasana kampanye yang damai. Setiap pasangan calon mempresentasikan visi dan misi mereka, yang bertujuan untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sidoarjo.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Suyarno menekankan pentingnya pemilih muda agar cerdas dalam memilih Bupati Sidoarjo pada Pilkada 2024. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus teliti dalam mempertimbangkan visi dan misi calon kepala daerah yang akan memengaruhi masa depan mereka.
Menurut Suyarno, mengetahui visi-misi calon bupati dan wakil bupati bisa menjadi acaun untuk memilih dan arah pembangunan Sidoarjo ke depan. “Bagi pemilih pemula, khususnya yang berasal dari kalangan muda, penting untuk menyadari betapa krusialnya pilihan yang mereka buat,” kata politisi PDI P belum lama ini dalam suatu kesempatan.
Ia mendorong penyelenggaraan forum dialog, di mana keempat kandidat dapat menyampaikan visi dan misi mereka secara langsung kepada pemilih. “Dengan cara ini, pemilih muda akan dapat mengevaluasi kompetensi dan kemampuan masing-masing calon,” tambahnya.
Generasi millenial/ anak muda. (ist)
Suyarno juga menyarankan agar pemuda aktif mengadakan diskusi untuk mendalami program-program yang ditawarkan oleh para kandidat.“Diskusi akan memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang akan dilakukan oleh calon Bupati terpilih,” imbuhnya.
Dia berharap, dengan berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan, pemilih muda tidak hanya memilih berdasarkan popularitas atau figur, tetapi juga menilai kualitas dan kredibilitas pasangan calon. “Kita perlu memastikan bahwa pemilih muda memilih calon yang mampu membawa perubahan positif bagi Sidoarjo,” tegasnya.
Untuk menciptakan pemilih yang cerdas, Suyarno mengajak semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan, untuk berperan serta dalam mengedukasi dan memfasilitasi dialog antar calon.“Tujuan utama adalah menciptakan pemilih yang berpikiran maju, bukan sekadar mengikuti arus,” tutupnya.(adv/za)
Editor : Zainul Arifin