GRESIK | B-news.id - Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gresik, Ninik Asrukin mengharapkan insan media diajak menciptakan kondusifitas menjelang Pilkada Gresik, pada 27 November 2024 mendatang
Menurut Ninik, melalui pemberitaan yang positif, menyejukkan, tidak provokatif, apalagi membuat berita hoax. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif dan kedamaian bagi masyarakat, terutama masyarakat Gresik.
Baca Juga: Isu Kenaikan PBB 300 Persen di Blitar Hoax, Bapenda Pastikan Hanya Naik 1,48 Persen
Ninik Asrukin mengatakan, sinergitas dan kemitraan yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan insan media yang sudah terjalin selama ini sangat bagus.
"Melalui pemberitaan yang positif, kami ingin membangun keakraban dengan insan pers, tujuannya untuk bersama-sama menangkal berita hoaks dan mewujudkan Pilkada damai, kareba insan media dengan kami (pemerintah, red) adalah mitra kerja, jadi harus saling mendukung dan melengkapi," tutur Ninik, kepada B-news.id, Senin (11/11/2024), di ruang kerjanya.
Kadiskominfo Gresik tersebut menuturkan, media merupakan ujung tombak yang memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dari karya yang dihasilkan.
Baca Juga: Buruh Dari FNPBI Gresik Turun ke Jalan Peringati May Day
"Nah, saat ini kita akan melaksanakan pesta demokrasi yakni Pilkada Gresik 2024. Jadi, kami ajak insan media untuk membantu kami secara aktif memantau dan mengawasi penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi menyesatkan maupun provokasi,” tandasnya.
Ninik juga mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Gresik ini cukup luas,.Ini menunjukkan tingkat kerawanan pada pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanakan 27 November 2024, sangat tinggi.
"Harapan kami Pilkada Gresik berjalan kondusif, aman dan lancar, dan itu tergantung dari insan media yang membantu melalui penyebaran informasi yang positif dan bisa mengedukasi masyarakat," ungkap mantan Kadisnaker Gresik ini.
Baca Juga: Kisah Srikandi Bangkit Dari Keterpurukan
Selain itu, Ninik juga berharap insan media menjalankan kode etik jurnalistiknya, disamping sebagai kontrol sosial, juga tak lupa dalam menulis berita harus balance. Artinya tidak boleh "menyerang' lawan tanpa konfirmasi dua belah pihak.
"Saya tidak melarang insan mediia memberitakan sisi negatifnya pemerintah, mungkin saja berita itu benar, tapi harus imbang, lebih baiknya konfirmasi dan klarifikasi itu sangat penting sebelum berita tersebut di publish ke masyakakat," pungkas Ninik. (za/ali)
Editor : Zainul Arifin