Temu Pendidik Nusantara, Program Pendidikan di Indonesia Mendapat Pengakuan Dunia

avatar b-news.id
Temu Pendidik Nusantara kesepuluh yang telah berlangsung di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Ist) 
Temu Pendidik Nusantara kesepuluh yang telah berlangsung di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Ist) 

SURABAYA | B-news.id - Temu Pendidik Nusantara (TPN), forum pendidikan yang diinisiasi oleh Yayasan Guru Belajar (YGB) pada tahun 2014, mendapat nominasi penghargaan internasional bergengsi UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development 2024. 

Penghargaan ini diberikan untuk mengakui kontribusi luar biasa dalam meningkatkan kapasitas guru dan kualitas pendidikan secara global. Adapun pengumuman akhirnya akan berlangsung satu hari sebelum Hari Guru Sedunia, yakni Jumat (4/10) di Paris, Perancis.

Baca Juga: Mahasiswa KKN-PPM UGM Hadirkan Program Revitalisasi Perpustakaan dan Literasi Harian di SDN 3 Tamansari Banyuwangi

Bukik Setiawan, ketua YGB, yang berangkat ke lokasi upacara penyerahan penghargaan, mengatakan, TPN tidak hanya fokus pada aspek teknis pendidikan, tapi juga memperhatikan pentingnya pengalaman dan suara guru dalam proses belajar mengajar.

“Apa yang kami upayakan melalui TPN selaras dengan tema hari guru tahun ini, valuing teacher voices. Di TPN, guru memiliki otonomi untuk mengatur apa dan bagaimana mereka belajar,” jelas Bukik.

Otonomi ini berhasil memberdayakan komunitas guru, memungkinkan mereka untuk menghadapi tantangan dengan lebih proaktif, bukan hanya menunggu solusi dari pemangku kepentingan. Guru aktif saling berbagi praktik baik dan menerapkan metode yang telah berhasil di ekosistem lain ke dalam konteks mereka sendiri.

Temu Pendidik Nusantara tahun kedua pada tahun 2015 yang masih hanya terselenggara di Jakarta.  (Ist) 

Berkat kuatnya komunitas guru, TPN kini telah berdampak pada 1,4 juta murid melalui 41.000 lebih guru di 82 daerah di Indonesia, dari area rural hingga pelosok.

Baca Juga: Pendidikan Karakter Anak Jadi Gol Pembinaan Penerapan Trias UKS Sekolah Dasar 

“Terpilih menjadi finalis 10 besar dunia Hamdan Prize menjadi penanda bahwa memuliakan suara guru adalah yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan kami sudah membuktikannya di Indonesia,” tutur Bukik.

UNESCO Hamdan Prize Mendukung SDG 4

UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development lahir dari kebutuhan untuk mendukung program yang secara inovatif memperbaiki pengajaran dan pembelajaran di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang memiliki kesulitan dalam akses pendidikan berkualitas.

Penghargaan ini diprakarsai pada tahun 2009 oleh oleh Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Wakil Penguasa Dubai dan Menteri Keuangan Uni Emirat Arab. Setiap dua tahun, UNESCO Hamdan Prize diberikan kepada tiga pemenang yang dianggap memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan efektivitas guru. 

Baca Juga: Kegiatan Tamu Pendidik Nusantara ke XI di Mojokerto: Ajang Inspiratif bagi Para Pendidik

Pada tahun 2024, ada sepuluh program dari tujuh negara berbeda yang menjadi finalis, yakni Angola, Bangladesh, Brazil, RRC, Norwegia, Togo, dan Indonesia. Penghargaan ini sangat selaras dengan SDG 4 (Sustainable Development Goal 4), yang bertujuan untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Yayasan Guru Belajar adalah lembaga philanthropic intermediary yang memberdayakan guru menjadi penggerak perubahan melalui kolaborasi beragam organisasi penggerak: keguruan, kepemimpinan, jaringan sekolah/madrasah. Yayasan Guru Belajar bergerak melalui Kampus Guru Cikal, Kampus Pemimpin Merdeka, dan Cerita Guru Belajar, serta berkolaborasi aktif dengan Teach First Indonesia. (ril/za) 

Berita Terbaru