GRESIK | B-news.id - Sumber daya manusia dalam dunia industri tetap merupakan ujung tombak, meski saat ini banyak tenaga yang telah digantikan oleh robot, namun ada beberapa jenis pekerjaan yang butuh waktu untuk berpindah dari manusia ke robot.
Tim Melek Industri Santri Nusantara Bersatu (SNB) Bedanten Bungah kembali menggelar Diklat Pengelasan, Senin (19/8).
Baca Juga: KKN-BBK UNAIR ke-7 di Gresik Mengangkat Inovasi Kolaborasi
Pelatihan pengelasan SMAW sudah memasuki angkatan ke-6 merupakan hasil kerja bareng Tim Melek Industri SNB bersama BDI Surabaya Kemenperin RI dan Workshop PT APIK (Ahmad Putra Indo Karya).
Diklat Pengelasan diikuti sebanyak 25 orang, dari hasil seleksi calon peserta lebih dari 110 orang yang menyebar di Kabupaten Gresik. Selama 13 hari ke depan, para peserta akan digembleng untuk menguasai bidang pengelasan secara kompeten.
Pembina Tim Melek Industri Santri Nusantara Bersatu (SNB) Lestari Widodo, menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang hadir, mulai dari BDI. Surabaya Kemenperin RI, PT. BKMS JIIPE, PT.Xinyi, dan tamu undangan lainnya.
Baca Juga: 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional Dilantik
"Saya juga sampaikan terima kasih tak terhingga, khususnya para penggerak Tim Melek Industri, relawan pekerja santri, termasuk para peserta dari berbagai desa, kecamatan yang menyebar di Kabupaten Gresik," ucap kang Widodo
Kepala Desa Bedanten Bungah Abdul Majid, memberikan apresiasi kepada Tim Melek Industri yang lmenyiapkan SDM agar bisa diterima bekerja di KEK JIIPE, dan juga di semua industri.
"Alhamdulillah, sudah banyak warga Desa Bedanten yang diterima bekerja di KEK JIIPE, salah satunya di PT Freeport Indonesia," jelas pak Kades.
Baca Juga: Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital Nan Menawan di Balongpanggang
Perwakilan dari BKMS JIIPE Yudi Darjanto memberikan apresiasi terkait adanya kegiatan yang instiqomah dilaksanakan oleh Tim Melek Industri . Semua ini dalam rangka penyiapan SDM masyarakat yang berkompetensi.
"Apresiasi yang sangat tinggi, kami sampaikan, bahwa kegiatan semacam ini, merupakan wujud nyata dan kongkret, sehingga nantinya bisa memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan dengan pembekalan attitude, skill, knowledge alias berkompetensi," tegasnya. (ali)
Editor : Zainul Arifin