Pokdarwis Prajurit Kulon Gelar Pasar Jadoel, Mas Pj : Jualan dan Berkesenian Perlu Wadah

avatar b-news.id
Mas Pj mengunjungi satu persatu stand UMKM di Pasar Jadoel Prajurit Kulon. (ist)
Mas Pj mengunjungi satu persatu stand UMKM di Pasar Jadoel Prajurit Kulon. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Geliat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mulai berasa di Kota Mojokerto. Setelah Pokdarwis Sentanan dengan Kampung Pecinan kini Prajurit Kulon menampilkan Pasar Jadoel.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengapresiasi kreativitas Pokdarwis Prajurit, Kelurahan Prajuritkulon Kecamatan Prajurit Kulon yang telah menginisiasi terlaksananya pasar jadoel di Lapangan Selatan Rusunawa Cinde, Sabtu (27/7) malam.

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Sambangi Gereja, Pastikan Pengamanan Nataru Optimal

Pasar Jadoel bukan hanya menampilkan berbagai produk UMKM Kelurahan Prajuritkulon, mulai dari makanan, minuman hingga kerajinan tangan dan alas kaki namun Pasar Jadoel ini juga menampilkan berbagai penampilan seni budaya seperti pertunjukan musik tradisional.

“Pasar jadoel ini bukan hanya sebagai wadah untuk jualan, tetapi juga sebagai tempat dalam upaya melestarikan tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada generasi muda,” ujar mas Pj, sapaan akrab Ali kuncoro usai mengunjungi satu persatu stand UMKM.

Melalui adanya Pasar Jadoel ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata dan pusat keramaian baru di Kota Mojokerto, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkot Mojokerto Gelar HLM Pengendalian Inflasi

“Kegiatan positif seperti ini harus kita dukung, Pokdarwis harus terus menggali dan membuat strategi bagaimana mengemas potensi lokal bisa menjadi daya tarik destinasi wisata di Kota Mojokerto. Terus semangat, dan memberikan dampak positif untuk masyarakat,” imbuh mas Pj. 

Lurah Prajuritkulon Muhamad Nurhadi mengatakan, pasar jadoel ini akan diadakan setiap satu bulan sekali, dimana setiap pelaksanaan Pasar Jadoel akan menghadirkan kesenian-kesenian tradisional untuk menarik pengunjung.

Baca Juga: Tinjau Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Ning Ita Berharap Ada Generasi Muda Jadi Petani

“Kedepan selain kita hadirkan kesenian tradisional juga akan kita hadirkan dulinan tempo dulu sehingga anak-anak dapat mengenal dan bermain permainan-permainan tradisional yang saat ini jarang dimainkan,” ungkap Nurhadi.

Nurhadi melaporkan pada pembukaan perdana pasar jadoel Prajuritkulon ini ada sekitar 54 stand UMKM yang terlibat, yang terdiri dari 34 UMKM Kelurahan Prajuritkulon dan sisanya, 20 UMKM hasil binaan Diskopukmperindag Kota Mojokerto. (eko)

Berita Terbaru