Sosialisasikan Gagah Bencana Kepada TP PKK Kec. Jatirejo, Bupati Ikfina : Setiap Keluarga Peka Resiko Bencana 

avatar b-news.id
Bupati Ikfina Sosialisasikan Gagah Bencana Kepada TP PKK Kec Jatirejo di Aula Kantor Kecamatan. (ist)
Bupati Ikfina Sosialisasikan Gagah Bencana Kepada TP PKK Kec Jatirejo di Aula Kantor Kecamatan. (ist)

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus mensosialisasikan program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana). Program tersebut juga merupakan program dari Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kelompok Kerja (Pokja) empat yang bertujuan untuk mewujudkan individu, keluarga dan masyarakat yang tanggap dan tangguh terhadap segala macam bencana.

Program unggulan pada pokja 4 ini meliputi kesehatan, perencanaan sehat dan kelestarian lingkungan hidup. Melalui pokja empat ini melahirkan program Gagah Bencana dengan 9 pilot project unggulan.

Baca Juga: Butuh 3 Jam Pembobol Laptop TK Little Camel Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Mojokerto Kotai

Kesembilan pilot project itu antara lain, peduli stunting, menuju PHBS, peduli KIA, siaga kebakaran lingkungan, tanggap dan tangguh bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan sehat dan mewujudkan keluarga sehat. 

Bupati Ikfina juga berharap setiap keluarga memiliki kewaspadaan terhadap resiko bencana dan tanggap serta tangguh dalam menghadapi bencana. Lebih fokus lagi adalah waspada kanker serviks dan payudara. 

Sosialisasi Gagah Bencana kepada TP PKK di Aula Kecamatan Jatirejo. (ist)

Baca Juga: Temu Pendidik Nusantara XII, Guru Belajar, Berkarya, dan Berdaya di Mojokerto

"Waspada terhadap kanker serviks dan payudara, dimana kalau mengalami keputihan tidak sembuh-sembuh dan cenderung berbau menyengat maka segera periksakan. Begitu juga misal setelah berhubungan keluar darah atau flek itu juga patut diwaspadai. Kesehatan organ kewanitaan itu penting karena penyebab bayi lahir prematur. Karena keputihan terus menerus ini juga menyebabkan radang sehingga selaput pelindung janin pecah," ungkap Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto yang juga berprofesi sebagai dokter pada Jumat (26/7) pagi di Aula Kantor Kecamatan Kecamatan Jatirejo. 

Sedangkan berkaitan dengan ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) bahwa kondisi tersebut beresiko tinggi melahirkan bayi prematur. Bayi yang dilahirkan prematur sangat beresiko mengalami stunting. 

Baca Juga: Menko PM Muhaimin Iskandar, Dorong Anak Muda Mojokerto Jadi Agripreneur Milenial

Masih menurut Ikfina, ketuban pecah diawal kehamilan juga bisa disebabkan karena adanya infeksi pada organ intim wanita. Oleh sebab itu ia menghimbau agar para perempuan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaannya.

"Jadi tolong sekali lagi saya pesan untuk para perempuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaannya agar tidak sampai mengalami ketuban pecah saat hamil yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur, dimana bisa menyebabkan bayi stunting," pungkasnya. (eko)

Berita Terbaru