MOJOKERTO | B-news.id - Ratusan pendidik dari berbagai jenjang di Mojokerto berkumpul dalam gelaran Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) di SDI Asy-Syarif Brangkal, Mojokerto.
Pada kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto dr.Muhammad Rizal Octavian beserta pejabat pemerintahan dari Dinas Pendidikan kabupaten dan kota Mojokerto, Kementrian Agama Kabupaten Mojokerto, Dinas Lingkungan Hidup Mojokerto dan masih banyak tamu undangan dari berbagai organisasi dan penggiat Pendidikan yang ada di Mojokerto.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Luncurkan Aplikasi E-BMD, Perkuat Penyusunan Neraca Aset LKPD 2025
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Guru Belajar Foundation bersama Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Mojokerto, forum tahunan ini menjadi puncak perjalanan guru dalam belajar, berkarya, dan berkarier sepanjang tahun.
Talkshow, salah satu rangkaian kegiatan TPN XII. (Ist)
Wakil Bupati Mojokerto, Bapak Dr. Rizal Octavian, dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII di Mojokerto dengan tema iklim pendidikan dan pendidikan iklim mengatakan dalam wawancara singkat :
“Iklim pendidikan yang sehat dimulai dari guru yang terus belajar dan saling menguatkan. Melalui TPN XII, kita melihat semangat itu tumbuh di Mojokerto,” ujar Dr. Rizal Octavian.
“Pendidikan iklim bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga membentuk generasi yang sadar akan keberlanjutan hidup. Guru punya peran penting dalam hal ini,” tambahnya.
Bapak Mochamad Zainuri, Pengawas Sekolah Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII berpendapat :
“TPN ini sangat luar biasa. Memberi ruang bagi guru untuk saling belajar dan berbagi praktik baik,” ujar Mochamad Zainuri.
Ia menambahkan, “Kegiatan seperti ini mendorong transformasi pendidikan di Mojokerto menjadi lebih kolaboratif dan bermakna,” tandasnya.
Para pejabat dinas pendidikan & kemenag bersama para narasumber kelas. (Ist)
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Luncurkan Pertanian Komunal Ala Milenial Sebagai Tonggak Kemandirian Ekonomi
TPN XII menghadirkan tiga inti acara utama, yaitu Kelas Pendidik, dan Kelas Pemimpin. Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan Talkshow Pendidikan serta Pameran Karya Murid. Semua aktivitas dirancang untuk memberikan ruang bagi guru dan pemimpin sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Berbeda dengan pelatihan guru konvensional, TPN memberikan otonomi penuh bagi guru untuk memilih kelas sesuai dengan kebutuhan mereka.
Model belajar ini diyakini mampu meningkatkan motivasi dan relevansi pembelajaran.“TPN menjadi ruang yang memberi otonomi belajar bagi guru sesuai minat dan tantangan yang dihadapi,” ujar Rodiyah, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, yang juga menjadi narasumber di kelas pemimpin.
Hasil karya siswa dipamerkan di TPN XII di Mojokerto. (Ist) . (Ist)
Dalam kelas-kelas tersebut, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik baik dari sesama pendidik. Salah satunya Nugroho Hadi, guru SMAN Bareng Jombang, yang turut menjadi narasumber. Ia membagikan pengalamannya dalam menerapkan Reboot diri : dari keseharian menjadi state of wellbeing dan transendesi dalam pembelajaran nya dikelas.
“Saya belajar banyak dari praktik rekan guru yang menghadirkan pembelajaran bermakna dengan sumber daya terbatas,” ungkap Nugroho.
Baca Juga: Bupati Mojokerto Dorong Percepatan Program dan Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah
Antusiasme peserta tampak sejak pagi hingga sore hari. Suasana kelas ramai dengan diskusi aktif dan semangat kolaborasi. Banyak peserta yang datang sebagai individu, namun pulang sebagai bagian dari komunitas pembelajar.
“Saya akan sangat merekomendasikan guru lain untuk ikut TPN tahun depan,” lanjut Nugroho, “karena TPN bukan hanya pelatihan, tapi pergerakan guru untuk tumbuh bersama,” tambahnya.
TPN XII membuktikan bahwa ketika guru diberdayakan, mereka akan menciptakan perubahan nyata di ruang-ruang kelas. Harapan besar pun disampaikan oleh Rodiyah.
“Semoga para guru terus menjadi pembelajar, dan murid-murid kita mendapat pengalaman belajar yang membebaskan dan memerdekakan,” tutupnya.
Melalui TPN, Mojokerto bukan sekadar tuan rumah acara, tetapi juga menjadi saksi lahirnya semangat baru para pendidik untuk terus bergerak dan menginspirasi. *
Editor : Zainul Arifin