Bupati Gresik Lepas Ekspor Perdana Produk UMKM Songkok ke Brunei Darussalam

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran foto bersama usai pelepasan ekspor Produk UMKM sobgkok je Brunai Darussalam. (foto: ali /B-news.id)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran foto bersama usai pelepasan ekspor Produk UMKM sobgkok je Brunai Darussalam. (foto: ali /B-news.id)
b-news.id leaderboard

GRESIK | B-news.id - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor produk UMKM Songkok ke negara Brunai Darussalam. Pelepasan ditandai dengan pemasangan segel tanda pengaman dari Bea Cukai Gresik dan pemecahan kendi oleh bupati. Pelepasan digelar di kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rachmat Gresik, Kamis (27/06/2024).

Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani itu mengatakan, Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi produk unggulan UMKM yang bisa menembus pasar ekspor. Bahkan Songkok dari Kampung Kemuteran bisa di pesan oleh Brunai Darussalam dan Malaysia.

Pelepasan ekspor perdana songkok ini dihadiri oleh Kepala Diskoperindag dan UMKM Darmawan, Ketua Dekranasda Gresik Nurul. “Hari ini kita ekspor songkok atau peci ke Brunei Darusaalam, produksi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) milik Ibu Sakinah Maulidiyah dari Kelurahan Kemuteran, Gresik," ucap Bupati Yani.

Dijelaskan, UMKM seperti sentra perajin songkok di Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik, menjadi salah satu penerima manfaat program Nawa Karsa Gema Karya. Usaha yang berlangsung secara turun temurun dan menjadi identitas kota santri Gresik ini telah menembus pasar ekspor di sejumlah negara. Antara lain, Brunei Darusalam, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan sambutan. (foto: ali/B-news.id) 

Gus Yani, mengatakan, para perajin songkok tradisional di daerah tersebut hanya undername atau menitipkan hasil produknya pada pelaku usaha yang sudah terdaftar dan memiliki izin resmi untuk melakukan ekspor. "Alhamdulillah saat ini sudah ekspor secara mandiri," terangnya.

Gus Yani menyampaikan, ekspor produk UMKM tersebut berkat komitmen Pemkab Gresik melalui program Nawa Karsa Gema Karya yang terus menerus membantu kelengkapan administrasi perizinan, menyediakan klinik ekspor, dan bekerja sama dengan sejumlah stakeholder, antara lain Kantor Bea dan Cukai Gresik. "UMKM bergerak pembuatan songkok tradisional ini sebelumnya melakukan ekspor secara undername atau dititipkan ke pelaku usaha yang sudah mengantongi izin resmi," tandasnya.

Namun, setelah mendapatkan pembinaan Diskoperindag, perajin bisa melakukan ekspor secara langsung ke negara tujuan. Total ada sebanyak 750 kodi atau 1.500 pises songkok yang diekspor kali ini. "Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik, menjadi inspirasi bagi UMKM lain agar tumbuh dan berkembang di Gresik," harapnya.

"Dengan doa masyarakat Kabupaten Gresik, mudah-mudahan akan muncul Ibu Sakinah Maulida lainnya untuk kemajuan UMKM," imbuhnya.

Ekspor Songkok ke Brunei Darussalam ini sukses, tambah Gus Yani, berkat kerjasama dengan Kantor Bea dan Cukai Gresik, Diskoperindag dan UMKM, serta Dekranasda Kabupaten Gresik. "Kami ucapkan banyak terima kasih atas sinergi dan kolobarasi serta kerja samanya selama ini," katanya.

Dikatakan, pemerintah daerah tentunya akan terus mendukung dan mendorong agar kegiatan ekspor dapat ditingkatkan, dan dilakukan secara berkesinambungan serta tidak bersifat insidental. Bahkan bukan hanya intensitas namun juga volume ekspornya juga kalau bisa harus terus ditingkatkan.

Baca Juga : Bupati Fandi Akhmad Yani Tegaskan Perlunya Komitmen Bersama Dalam Pelestarian Lingkungan

Penempelan stiker Bea Cukai. (foto: ali /B-news.id) 

Seperti diketahui, Kabupaten Gresik banyak tumbuh UMKM perumahan dan padat karya. Pemkab Gresik pun tak tinggal diam dengan terus melakukan pembinaan dan mempromosikan produk-produk UMKMagar go nasional maupun internasional. "Seperti Songkok milik UMKM Ibu Sakinah Maulidiyah ini sudah ekspor," terangnya.

Melalui program Nawa Karsa Gema Karya, lanjutnya Pemkab Gresik terus berupaya melakukan penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan sektor UMKM dan menciptakan iklim industri yang lebih baik.

Ia menyebutkan pada tahun 2023, program yang digagasnya bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mampu menekan angka kemiskinan menjadi 10.96 persen. Angka itu menjadi yang terendah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir

Baca Juga : Karyawan Smelter Freeport dan Warga Manyar Tanam Mangrove Peringati Hari Lingkungan Hidup 2024

Pemkab Gresik sudah menyiapkan sejumlah fasilitas yang diberikan untuk UMKM. Yakni kemudahan mengurus izin usaha, merek, dan sertifikasi halal, pengajuan BPOM, SNI, HACCP, sertifikasi TKDN, penerbitan COO (SKA) untuk ekspor, dan sertifikasi lain yang diperlukan sesuai kebutuhan negara tujuan. “Pemkab Gresik melakukan busines matching bekerja sama dengan atase perdagangan dan membentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan untuk membangkitkan roda usaha UMKM," terangnya.

Kepala Diskoperindag dan UMKM Gresik, Darmawan, mengatakan, di Gresik terdapat 240 unit usaha perajin songkok dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.142 orang. Mereka tersebar di tiga kecamatan, yakni Manyar, Gresik, dan Bungah. "Melalui program Nawa Karsa Gema Karya, Pemkab Gresik telah melakukan pembinaan di sektor ekonomi kerakyatan. Sepanjang tahun 2023, membina sebanyak 790 koperasi dengan laju pertumbuhan omzet mencapai Rp1,8 triliun," terangnya.

Pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi. (foto: ali/B-news. id) 

Sementata, Sakinah Maulidiyah, pengerajin UMKM Songkok mengatakan, bahwa di Kelurahan Kemuteran hampir 80 persen warganya sebagai pengerajin songkok sudah berlangsung puluhan tahun, bahkan usaha tersebut sudah turun temurun dari orang tuanya.

“Termasuk saya, meneruskan usaha ini dari oarng tua. Selain melayani permintaan pasar lokal, mulai hari ini resmi kita ekspor ke Brunai, sebelumnya juga ada permintaan pemesanan dari Malaysia,” pungkas Sakinah.

Dalam acara pelepasan ekspor produk UMKM Songkok Kampung Kemuteran, juga digelar pameran produk unggulan dipamerkan di kawasan Bandar Grissee yang terdapat puluhan stand. (adv/rul/ali)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper