Ngopi Bareng Mas Pj. Dewan Pers & PWI Pusat dan Peresmian Klinik Hoax Kota Mojokerto

Launching Klinik Hoax Kota Mojokerto bersama mas Pj, Dewan Pers, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo dan Forkopimda Kota Mojokerto. (eko)
Launching Klinik Hoax Kota Mojokerto bersama mas Pj, Dewan Pers, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo dan Forkopimda Kota Mojokerto. (eko)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Jelang Hari Jadi Kota Mojokerto ke-106, Pemkot Mojokerto menggelar Ngopi Bareng Mas Pj, Dewan Pers dan PWI Pusat yang dilaksanakan di Halaman Rumah Rakyat Kota Mojokerto pada Jumat (7/6) malam.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto ini menghadirkan narasumber DR Ninik Rahayu dan Atmaji Sapta Anggoro dari Dewan Pers, serta Hendry Ch Bangun Ketua PWI Pusat, Sherlita D.A Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur.

Menurut Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro yang akrab disapa mas Pj ini mengatakan kalau Pemilu Presiden dan Wakil serta Legislatif Pebruari kemarin berlangsung sangat kondusif, aman dan berkualitas serta tingkat partisipasi masyarakat yang hampir mencapai 90%.

Maka dari itu untuk menghadapi Pemilu Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota 27 Nopember mendatang ia ingin memastikan berlangsung seperti pilpres dan pileg yang lalu.

"Keinginan kami tidak muluk-muluk, kehidupan masyarakat Kota Mojokerto yang sangat kondusif, aman dan tentram saat menghadapi Pilkada baik Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto bisa berlangsung seperti Pilpres dan Pileg Pebruari lalu dan syukur-syukur partisipasi masyarakat lebih bagus lagi dan bisa mecapai 90% lebih" ujar mas Pj.

Ia juga menyampaikan untuk menghadapi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan datang Pemkot Mojokerto ingin membantu masyarakat untuk menyaring informasi yang diterima dari berita bohong atau hoax.

Baca Juga : Mas Pj Rilis ILP Kota Mojokerto, Bentuk Komitmen Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat 

"Ini memang real Pemilu merupakan instrumen yang dilegalkan untuk membelah persepsi masyarakat untuk mencari pemimpin yang terbaik dan amanah. Oleh sebab itu untuk meminimalisir berita hoax yang sering terjadi jelang Pemilu, Pemkot meluncurkan klinik hoax dan saya harap teman-teman pers juga mendukung dengan merilis pemberitaan yang adil dan berimbang serta senantiasa menjaga keteduhan kondisi masyarakat Kota Mojokerto," imbuhnya. 

Selanjutnya mas Pj juga menegaskan keberhasilan penyelenggaraan pilpres dan pileg kemarin hasil kerja kolaboratif semua stakeholder dan seluruh elemen masyarakat termasuk peran pers. "Ayo hasil yang sudah bagus ini kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi," tegasnya.

Baca Juga : Jelang Pilkada 2024, Mas Pj Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos dan Manfaatkan Klinik Hoax Milik Pemkot

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan banyak pihak yang berkecimpung di dunia pemberitaan baik dari perusahaan pers, platform digital, insan media. Maka perlu aturan yang mengatur agar tidak terjadi kerumitan dan menimbulkan ekses negatif di kemudian hari. 

"Untuk mengatur kondisi seperti ini lahirlah Perpres Nomor 32 Tahun 2024 yang bertujuan mengatur tanggung jawab perusahaan platform digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas agar berita yang merupakan karya jurnalistik dihormati, dihargai kepemilikannya secara adil dan transparan," terang Ninik.

Bersamaan dengan acara Ngopi Bareng mas Pj, insan media dengan Dewan Pers dan PWI dilaunching Klinik Hoax Kota Mojokerto oleh Mas Pj bersama narasumber dan jajaran Forkopimda Kota Mojokerto. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper