BNPB Serahkan Bantuan Kegawatdaruratan Kepada Pemkab Mojokerto

Bupati Ikfina menerima bantuan simbolis dana siap pakai 200 juta dari BNPB untuk posko bencana banjir. (ist)
Bupati Ikfina menerima bantuan simbolis dana siap pakai 200 juta dari BNPB untuk posko bencana banjir. (ist)
b-news.id leaderboard

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima secara simbolis bantuan kegawatdaruratan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepadai pemerintah kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk penanganan darurat bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto di Ruang Rapat Swagata Kabupaten Jombang pada Selasa (12/3).

Bantuan dari BNPB tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Agus Riyanto saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana banjir dan tanah longsor bersama tenaga ahli BNPB Brigjen TNI H Yan Namora, pj Bupati Jombang Sugiat, Sekdab Jombang Agus Purnomo, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo'i Afrida, Kepala BPBD Kabupaten Jombang Bambang Dwijo Pranowo serta perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur. 

Bantuan tersebut berupa bantuan operasional posko penanganan darurat bencana yang diterima oleh Pemkab Mojokerto yakni dana siap pakai sebesar Rp. 200 juta serta bantuan dukungan peralatan dan logistik seperti 300 paket sembako, 300 paket hygiene kit, 300 paket biskuit protein 300 buah makanan siap saji, 5 unit pompa Alkon dan 100 unit Velbed, 1000 botol sabun cair, 50 unit tenda keluarga, 2 unit tenda pengungsian dan 1 unit perahu karet bermesin.

Hujan deras lebih dari empat jam yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto ini mengakibatkan banjir. Hal ini mengakibatkan tiga sungai yang ada di bumi Majapahit yakni, sungai Kromong, sungai Klorak dan sungai yang menjadi satu di sungai Brangkal.

"Dengan meningkatnya debit air itu mengakibatkan tanggul sungai Brangkal jebol di Desa Wringinrejo. Selanjutnya dengan ada rusaknya jembatan Bupak yang menghubungkan dua desa yaitu Desa Kebontunggul dan Desa Gondang. Jebolnya dua titik tanggul sungai Sadar di Desa Kedunggempol dan Desa Ngrame. Belum lagi sungai Gembolo yang mengakibatkan air meluap di Desa Tunggalpager, Desa Jabontegal," ujar Bupati Ikfina. 

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Agus Riyanto menjelaskan ketika diwawancarai awak media. (ist)

Akibat banjir dari tanggul sungai jebol ini mengakibatkan lahan sawah di enam desa terendam banjir. "Total lahan sawah dari enam desa yang terendam banjir tersebut mencapai 263 hektar dan beresiko gagal panen," ungkapnya. 

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto yang sekaligus orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menjelaskan akibat banjir sedikitnya 6.000 warga dari 7 Kecamatan terdampak yakni Kecamatan Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, Sooko, Puri dan Kutorejo.

"Setidaknya ada 6.232 KK terdampak banjir, sedangkan upaya yang kita lakukan yaitu mengevakuasi warga yang rentan, menyiapkan tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir, mendirikan dapur umum, mendirikan pos kesehatan darurat juga. Selain itu kami melakukan penyedotan air, penutupan tanggul yang jebol dan pendistribusian logistik yang mendesak," bebernya.

Lebih lanjut Bupati Ikfina menyampaikan kebutuhan logistik mendesak yang didistribusikan antara lain nasi bungkus, air mineral, selimut, obat-obatan, matras, paket sembako, air bersih serta peralatan membersihkan rumah.

Selain itu akibat banjir ini ada beberapa fasilitas yang harus diperbaiki. "Rekonstruksi yang harus kita lakukan pada jembatan Bupak Gondang, perbaikan tanggul sungai Sadar, sungai Gembolo dan perbaikan tanggul sungai Brangkal," pungkasnya. 

Sementara menurut Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Agus Riyanto, mengatakan penyaluran tahun ini bersumber dari adanya laporan kepada BNPB sehingga dari pihak BNPB pun menindaklanjuti terkait laporan tersebut. 

"Untuk sementara ini mohon ijin diterima dulu, insyaallah nanti akan kami bantu, juga dari provinsi akan ada juga bantuan dalam waktu dekat," jelasnya. 

Sebagai informasi dalam menindaklanjuti pasca bencana banjir, Bupati Ikfina bersama BNPB meninjau langsung jebolnya tanggul sungai Brangkal, berikutnya meninjau putusnya jembatan Bupak. Setelah itu meninjau jebolnya tanggul sungai Sadar dan retaknya jembatan di Desa Kedunggempol. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper