KPK Tetapkan Satu Tersangka OTT BPPD Sidoarjo, Siapa Target Berikutnya?

Pimpinan KPK saat menggelar konferensi pers dan menetapkan Siska Wati  Kabag Umum BPPD Sidoarjo sebagai tersangka pemotongan dana insentif pajak daerah. (Ist)
Pimpinan KPK saat menggelar konferensi pers dan menetapkan Siska Wati Kabag Umum BPPD Sidoarjo sebagai tersangka pemotongan dana insentif pajak daerah. (Ist)
b-news.id leaderboard

SIDOARJO | B-news.id -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Siska Wati sebagai tersangka atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo.

Siska Wati merupakan Kasubag Umum dan Kepegawaian BPPD Sidoarjo. Dia diduga melakukan pemotongan Insentif pajak atau jasa pungut (Japung) pegawai hingga mencapai Rp 2,7 miliar di tahun 2023.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron saat konferensi pers mengatakan, dari kegiatan tangkap tangan yang telah dilakukan pada Kamis (25/1/2024) lalu, pihaknya menangkap dan memeriksa 11 orang. Dari hasil pemeriksaan, KPK menetapkan 1 orang tersangka.

“Untuk kebutuhan penyidik kami menahan tersangka SW (Siska Wati) dalam 20 hari pertama terhitung mulai 26 Januari sampai 14 Februari 2024,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron saat konferensi pers di kanal YouTube KPK RI, Senin (29/1/2024).

Ia menambahkan, tersangka Siska Wati melakukan pemotongan secara sepihak insentif pajak dan retribusi dari para ASN sebesar 10 sampai 30 persen.

“Pemotongan dan penerimaan dari dana insentif dimaksud di antaranya untuk kebutuhan Kepala BPPD dan Bupati Sidoarjo,” ungkap Ghufron.

Gufron menjelaskan permintaan pemotongan jasa pungut insentif pajak tersebut disampaikan secara lisan oleh Siska kepada para ASN.

Ia juga meminta para ASN tersebut dilarang membahas pemotongan japung tersebut melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

“Penyerahan uangnya dilakukan secara tunai yang dikoordinir oleh setiap bendahara yang telah ditunjuk yang berada di 3 bidang pajak daerah dan bagian sekretariat,” pungkasnya.

Apakah Siska Wati yang hanya seorang Kabag Umum BPPD Sidoarjo bertindak sendiri?  Hingga, saat ini tim penyidik KPK terus bekerja untuk menelusuri para pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, termasuk kabarnya pimpinan KPK akan memanggil Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor untuk diperiksa terkait OTT tersebut. (za) 

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper