Profesionalisme Top Manajemen Dipertanyakan Buntut Pemecatan GM Persewangi

M Yunus Wahyudi, General manager team Persewangi Banyuwangi mengaku ikhlas atas fitnah yang menimpa dirinya.(ist)
M Yunus Wahyudi, General manager team Persewangi Banyuwangi mengaku ikhlas atas fitnah yang menimpa dirinya.(ist)
b-news.id leaderboard

BANYUWANGI  | B-news.id - Sepekan terakhir jagad Persatuan Sepak Bola Banyuwangi atau Persewangi diguncang polemik pemecatan General Manager (GM) atau Manajer Umum klub Persewangi, M Yunus Wahyudi.

Pemberitahuan resmi pemecatan GM Persewangi tersebut dilayangkan oleh Samidi Jose Rudi, Presiden Klub melalui sepucuk surat bernomor : 56/Persewangi/XII/2023 tertanggal 22 Desember 2023 dan beredar luas.

Bak petir di siang bolong, beredarnya surat pemecatan GM Persewangi tersebut menghebohkan banyak kalangan, hingga menuai pro kontra terkait isu yang melatarbelakangi pemecatan GM yang baru 3 bulan terakhir menangani klub Persewangi.

Sepekan berlalu, terbit sebuah Surat Keputusan (SK) dimana poin didalamnya berbunyi memberikan mandat dan kewenangan penuh yang tidak terbatas kepada M Yunus Wahyudi sebagai GM Persewangi dan ditandatangani oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Persewangi Banyuwangi serta Presiden klub.

Buntut dari drama pemecatan sepekan ini mengundang publik bertanya "Ada Apa Dengan Persewangi", segera B-news.id melakukan penelusuran guna mengungkap keanehan dibalik ontran-ontran (kegaduhan) di tubuh klub Sepak bola kebanggaan Banyuwangi.

Penelusuran pertama B-news.id menyasar pada Legalitas badan hukum klub persewangi itu sendiri, dimana tak banyak publik ketahui bahwa Persewangi bukan lagi klub plat merah (didanai Pemda) namun adalah klub mandiri.

Sejak 2017 kepemilikan Persewangi dikuasai oleh PT. Persewangi Banyuwangi Laskar Blambangan, dimana pemegang saham terbesar dimiliki oleh Drs H. Nanang Nur Ahmadi, sebesar 40 dan berkedudukan sebagai Direktur Utama atau Owner klub Persewangi.

Penelusuran kedua berfokus pada kejanggalan surat pemecatan yang bila kita cermati lebih lanjut, keputusan itu bukanlah keputusan Direktur Utama, melainkan hanya keputusan sepihak Presiden Klub yang notabene dalam Akta pendiriannya berkedudukan hukum sebagai Komisaris dalam perusahaan.

Berdasarkan kedua objek observasi diatas, walhasil publik mempertanyakan profesionalisme Top management Persewangi, terlepas dari alasan dibuatnya surat pemecatan tersebut, kendati pada kenyataannya kini Direktur utama kembali mengangkat M Yunus Wahyudi sebagai General Manager.

Berkenaan dengan diangkatnya kembali M Yunus menjadi penanda bahwa keputusan yang diambil oleh Samidi sebagai Presiden klub adalah sebuah tindakan yang tidak profesional alias Gegabah untuk ukuran seorang yang berkedudukan sebagai Presiden klub.

Sumber dari Assosiasi Provinsi (Asprov) Jatim, (YL), sekaligus pengamat sepak bola Jawa Timur yang enggan disebut namanya membenarkan, bahwa kewenangan pengambilan keputusan dalam sebuah klub sepak bola profesional, mutlak berada di tangan owner atau pemilik sebuah klub.

"Biasanya Presiden klub itu pemilik atau Owner atau pemegang saham terbesar mas, tapi bila bukan pemilik klub maka pengangkatan maupun pemecatan GM harus melalui Owner atau pemilik klub," sebut YL pada B-news.id saat memaparkan mekanisme pengelolaan sebuah klub sepak bola profesional.

Hal senada juga di ungkapkan oleh M Yunus, bahwa secara hukum pemilik klub Persewangi adalah H. Nanang bukan Samidi, dan pemecatan atas dirinya ditengarai terjadi berkat dorongan dari beberapa pihak atas ketidakpuasan pembagian dana dari sponsor.

"Gak ada mas, sebenarnya Presiden klub itu hanya bahasa Samidi Jos Rudi aja biar keren sebutannya Presiden klub, dan pemegang saham tertinggi, adalah H. Nanang sebagai Direktur Utama," tegas M Yunus pada jurnalis B-news.id.

Susunan Direksi dan Komisaris dalam Akta pendirian PT. Persewangi Banyuwangi Laskar Blambangan, berdiri sejak tahun 2017 silam. (Ist) 

Pernyataan M Yunus terkait kedudukan Samidi sebagai Presiden klub bukan tanpa alasan, berdasarkan data Struktur Kepengurusan Persewangi Banyuwangi tertanggal 29 Desember 2021 yang diterima oleh Redaksi B-news.id menyebutkan, bahkan posisi Samidi Jos Rudi adalah Direktur Teknik.

Disinggung kembali mengenai dana senilai 250 juta dari sponsor, dirinya enggan berkomentar, M Yunus mengaku memilih untuk fokus kepada restrukturisasi dan normalisasi team Persewangi utamanya terkait kondisi pemain dan official team.

"Sudahlah mas, tak apalah minggu lalu saya dihujat dan dituding sebagai koruptor, yang terpenting sekarang saya fokus pada keadaan pemain dan official Persewangi saja mas, terlebih kita jelang putaran 28 besar," ungkapnya.

Perlu diketahui, stadion Diponegoro Banyuwangi, kandang dari The Lasblang atau Laskar Blambangan, Julukan dari team Persewangi, terpilih menjadi salah satu tuan rumah babak putaran 28 besar Liga 3 PSSI Jatim yang mulai digelar pada 7 Januari 2024 mendatang.

"Perhari ini tadi pasca ditandatangani SK yang menetapkan saya sebagai GM Persewangi, seluruh pemain dan official sudah saya boyong dari Rogojampi menuju Banyuwangi kota," ujar M Yunus.

"Untuk kejadian minggu lalu sudahlah, saya sudah ikhlaskan itu, yang terpenting bagi saya, dengan terbitnya surat keputusan pengangkatan saya kembali artinya Allah SWT telah menunjukkan siapa yang patut dipermalukan atas kejadian pekan lalu," pungkasnya.

Atas kekisruhan yang terjadi dalam internal struktur kepengurusan Persewangi Banyuwangi tersebut, beberapa kalangan sangat menyayangkan hal itu, dan berharap penyelesaian secara profesional menjadi ending dari drama sepekan ini. (irawan)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper