Satpol PP Jatim Rilis Laporan Kinerja Pemberantasan Rokok Ilegal Tahun 2023

Persiapan sebelum melakukan operasi penindakan rokok ilegal. (Ist)
Persiapan sebelum melakukan operasi penindakan rokok ilegal. (Ist)
b-news.id leaderboard

SURABAYA B-newstoday - Satpol PP Provinsi Jatim berhasil mengungkap peredaran rokok ilegal dalam operasi pasar di seluruh wilayah Jawa Timur. Haslinya ratusan ribu batang rokok ilegal diamankan, sedangkan nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kegiatan operasi pemberantasan rokok ilegal ini digelar selama satu semester periode Februari-Juli 2023. 

Hasil kinerja tim gabungan selama satu semester dalam mengungkap peredaran rokok ilegal di Jawa Timur, meliputi wilayah kerja Surabaya, Sidoarjo dan Malang, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Jombang, Lamongan, Tulungagung, Blitar, Probolinggo, Madura meliputi, Bangkalan, Sampang Pamekasan dan Sumenep) serta Kabupaten dan Kota di seluruh Jawa Timur. 

Kegiatan tersebut dilakukan berkolaborasi dengan aparat terkait dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea Cukai Jatim (DJBC) 1 Sidoarjo dengan jumlah 20 personil, terdiri dari 14 orang anggota Satpol PP Jatim pada Bidang Penindakan dan Penyidikan serta 6 orang dari DJBC Jatim.

Petugas Satpol PP saat melakukan operasi rokok ilegal di warung-warung. (Ist) 

Adapun operasi pertama dilaksanakan tanggal 15 s/d 17 Maret 2023 di pool bus Rosalia Indah Medaeng, Pool Bus Eka Taman Sidoarjo, Rest area Mojokerto dan area Suramadu, Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan, namun tidak mendapatkan barang bukti.

Kemudian operasi kembali dilakukan pada bulan Mei tepatnya tanggal 9 s/d 12 Mei 2023 berupa “ Operasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal” dengan lokasi Pasar Sukodono, Pasar Larangan Sidoarjo, Pasar Sepanjang, Rest Area Mojokerto dan ekspedisi stasiun Bangil Pasuruan juga tidak mendapatkan barang bukti alias nihil.

Operasi berikutnya tanggal 15 s/d 18 Mei dilaksanakan di wilayah kerja kanwil DJBC Jatim II Malang, dengan 20 personil, namun kali ini dengan mengajak tiga anggota Gartap III Surabaya. Alhasil, telah ditemukan barang bukti sebanyak 40 bungkus/800 batang.

Kemudian pada tanggal 23 s/d 26 Mei dilaksanakan operasi di wilayah kanwil DJBC I Sidoarjo dengan sasaran di Pasar Krian, Stasiun Krian, wilayah Trawas, Pasar Prigen, Pasar Babatan Lamongan, Pasar Duduk Sampean Gresik, mendapatkan barang bukti berupa 272.200 batang, 13.600 bungkus rokok ilegal dengan nilai Rp 341.360.000, sehingga total kerugian negara Rp 181.968.000 serta hasil oeprasi pasar sebanyak 268 batang, 17 bungkus. Total keseluruhan 272.468 batang, dan 13.617 bungkus.

Operasi pada dua bulan berikutnya dilakukan pada tanggal 18 s/d 21 Juli 2023 di wilayah DJBC Sidoarjo dengan sasaran Pasar Manyar Surabaya, Pasar Pucang Anom, Ekspedisi Indah Cargo Kenjeran Surabaya, petugas berhasil menyita 85.600 batang dengan nilai sekitar Rp 137.548.000 dengan total kerugian negara sekitar Rp 73.628.412, dan operasi hasil pasar 10 bungkus, 200 batang.

Dan terakhir pada tanggal 25 s/d 28 Juli 2023 telah dilaksanakan operasi di wilayah DJBC II Malang dengan operasi di wilayah Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, dengan hasil sebanyak 900 bungkus dan 18.000 batang.

Petugas, Satpol PP mengamankan barang bukti rokok ilegal. (Ist) 

Operasi tersebut di atas tidak terlepas dari upaya pra penindakan dengan melakukan pengumpulan informasi rokok tanpa cukai yang telah dilaksanakan semenjak tanggal 16 — 17 Februari 2023 sampai tanggal 20 — 21 Juli 2023 dengan cara melakukan penyamaran sebagai konsumen serta melakukan pengisian data ke dalam aplikasi SIROLEG (Aplikasi Rokok Ilegal) apabila ditemukan rokok ilegal di toko kecil/mracangan/kelontong/asongan dan dalam melaksanakan tugas, Satpol PP Prop Jatim berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota.

Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro mengatakan, dukungan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya pengendalian peredaran Barang Kena Cukai (BKC) di Jawa Timur. Rokok tanpa cukai bukan hanya merugikan negara tapi  juga masyarakat, karena kualitas produknya pasti tidak standar. Ini bisa membahayakan kesehatan seseorang,katanya dalam sebuah kesempatan sosialisasi gempur rokok illegal.

Sejak tahun 2022, lanjut Hadi Wawan, Satpol PP memperoleh tugas tambahan dari pemerintah untuk melaksanakan tugas di bidang penindakan hukum terhadap pelanggaran BKC illegal, terutama rokok. 

“Oleh karena itu, Satpol PP turut melakukan operasi pemberantasan rokok illegal bersama petugas Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Selain itu, Satpol PP Provinsi Jatim juga melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan. Pada tahun 2023, frekwensi kegiatan sosialisasi diperbanyak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat,” pungkasnya. (riz/za) 

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper