SMPN 1 Singosari Malang Terapkan Pembelajaran Berkarakter

avatar b-news.id
Keluarga besar SMPN 1 Singosari Malang terapkan karakter pembelajaran siswa. (Ist)
Keluarga besar SMPN 1 Singosari Malang terapkan karakter pembelajaran siswa. (Ist)

MALANG | B-news.id - Guna meningkatkan pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Malang telah dilakukan hampir dua pekan lalu.

Dengan pelaksanaan kali ini mengharuskan para pendidik mengubah pola terapkan karakter serta pembelajaran yang lebih praktis atau fleksibel.

Guna penyampaian materi pembelajaran pun mayoritas berbentuk teori, dan menciptakan suasana yang nyaman untuk anak didik tentunya di SMPN 1 Singosari.

Kepala Sekolah SMPN 1 Singosari Ana Purwati SPd. MPd menuturkan, para pendidik berupaya keras guna menciptakan suasana karakter pembelajaran senyaman mungkin bagi anak-anak didiknya.

“Yang pasti kami ingin melaksanakan pembelajaran, supaya anak tidak pusing, tidak takut dan terbebani dengan mata pelajaran. Dan saya juga berupaya mendidik anak semaksimal mungkin,”bebernya saat dikonfirmasi B-news.id Rabu, (27/09/2023).

Bahwa menurutnya, salah satu strategi pembelajaran di setiap guru guna mengupayakan anak tidak terbebani dengan adanya tugas-tugas.

“Bahwa di masa sekarang ini, kalau memberi soal jangan terlalu banyak. Anak selalu di tuntun maupun diperhatikan terus terkait karakter serta kesehatanya, karena demi menjaga bersama,” tegasnya.

Siswa Siwi SMPN 1 Singosari Foto Bersama dengan jajaran Guru serta Kepala Sekolah. (Ist) 

Ia juga berharap, agar para siswa maupun siswi serta guru membuat suasana anak merasa nyaman saat berada di kelas. Tujuannya agar anak dapat menerima materi pelajaran dengan muda dan lebih evesien.

Kami juga berharap para wali murid bersama guru dan komite sekolah juga ikut bahu membahu membantu dalam mewujudkan pembelajaran yang maksaimal, namun tetap nyaman bagi siswa- siswi guna menjalin kordinasi dengan wali murid dan pengurus komite untuk peningkatan karakter siswa program unggulan dalam pembentukan karakter adalah, penanaman bagi anak didik tersebut.

“Semoga dengan pembelajaran anak didik ini tidak terlalu terbebani. Sebab para guru mulai sekarang harus betul-betul membentuk kembali karakter anak, dengan memberikan materi pembelajaran supaya bisa terkontrol orang tuanya,” harapnya.

Ia menambahkan, setiap hari pembagian waktu pembelajaran dilakukan dengan menerapkan sistem dengan tatap muka.

“Dalam pembelajaran khususnya bagi siswa maupun untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran terutama pembelajaran karakter bagi siswa maupun siswi anak didik tersebut," pungkasnya.(din)

Berita Terbaru