BANYUWANGI | B-News.id - Ratap tangis keluarga pecah diruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng manakala nyawa M.Ridwan (52) dinyatakan tak tertolong dan telah menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu, (16/09/2023) sekira pukul 05.00 WIB.
M.Ridwan adalah warga Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore yang dirawat sejak 12 September lalu dengan diagnosa dokter mengatakan telah terjadi komplikasi jantung dan ginjal pasien yang membuat kondisi pasien tidak stabil hingga tak sadarkan diri.
Tak sampai disitu, masalah baru pun muncul manakala pihak keluarga tak mampu membayar sejumlah biaya perawatan rumah sakit, hingga jenazah pun harus tetap berada di ruang kamar jenazah RSUD Genteng.
Beruntung semua pihak mulai dari Jurnalis B-news.id, Petugas TU RSUD Genteng, Kepala Desa Margomulyo, Direktur RSUD Genteng, hingga Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi untuk memecahkan persoalan ini.
Tak menunggu lama, melalui sarana Surat Pernyataan Miskin (SPM) dari Desa Margomulyo yang langsung disambar oleh Kadinsos detik itu pula, dan bersambut Direktur RSUD Genteng perintahkan Ambulans untuk menghantarkan Jenazah ke rumah duka tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Sungguh sebuah Kolaborasi Cantik yang dipertontonkan oleh ibu-ibu pimpinan yang Cantik pula, hingga pagi itu pun Jenazah M.Ridwan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tanah kelahirannya, Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini, AP, M.Si melalui sambungan telepon pada jurnalis B-news.id mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk berusaha semaksimal mungkin dalam membantu masyarakat yang memang benar-benar layak untuk dibantu.
"Tidak ada permasalahan yang tidak ada solusinya mas, selama masih ada komunikasi dan koordinasi," ungkapnya.
dr. hj. Siti Aisiyah Anggraeni, M.MRs, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng, usai wawancara dengan B-news.id. (irw)
Sementara itu Direktur RSUD Genteng, dr.hj.Siti Aisiyah Anggraeni, M.MRs saat ditemui B-news.id menceritakan ihwal awal mula pasien datang tanpa memiliki identitas diri (KTP) namun memiliki Kartu Keluarga (KK) asal Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore.
"Beruntung mas, Gercep (Gerak Cepat) kita hubungi pihak Dispendukcapil untuk melakukan rekam wajah dan sidik jari hingga akhirnya pasien mempunyai KTP," ucap dr. Aisiyah.
Lebih lanjut Direktur RSUD Genteng mengaku lega, berkat kerjasama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak RSUD Genteng akhirnya pasien mendapat jaminan pembiayaan dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Alhamdulilah berkat kerjasama antar SKPD dan rumah sakit, pasien yang tidak mampu dan membutuhkan perawatan intensif di RSUD Genteng, diberikan gratis dengan menggunakan jaminan pembiayaan SPM dari pemerintah kabupaten Banyuwangi," ungkapnya lega.
Henik Setyorini, Kadinsos Kabupaten Banyuwangi tak lupa menambahkan himbauan agar seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk lebih peduli kepada masyarakat yang tengah membutuhkan bantuan.
"Ayo tengok kanan kiri untuk masyarakat kita, bantu kesulitan mereka," Serunya sebelum menutup sambungan telepon.
Dilain pihak, Sulastri (50) melalui sambungan telepon mewakili keluarga pasien mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian semua pihak yang telah terlibat dalam membebaskan pembiayaan rumah sakit bagi keluarganya hingga dapat dikebumikan di tanah kelahirannya Jember.
"Syukur alhamdulillah, Terima kasih buat semua yang sudah membantu keluarga saya, kami tadi sempat bingung kemana harus mengadu dengan pembiayaan sebesar itu," kata Sulastri.
"Terima Kasih ibu Direktur rumah sakit, Terima kasih juga buat ibu Kadinsos Kabupaten Banyuwangi, juga Kepala Desa Margomulyo Terima kasih semuanya," imbuhnya disusul tangis haru dari sambungan telepon. (irawan)
Editor : Zainul Arifin