Forkopimda Mojokerto Gelar Pasukan Siaga Bencana

avatar Abdul Rokhim
Danrem 082/CPY Kolonel Inf Unang Sudargo, Forkompinda Kota, Forkompinda Kabupaten Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengecek sejumlah perlengkapan yang akan digunakan apabila terjadi bencana alam (ist)
Danrem 082/CPY Kolonel Inf Unang Sudargo, Forkompinda Kota, Forkompinda Kabupaten Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengecek sejumlah perlengkapan yang akan digunakan apabila terjadi bencana alam (ist)

KOTA MOJOKERTO l B-news.id -  Pemerintah Kota Mojokerto bersama Forkopimda Kota, Forkompinda Kabupaten Mojokerto menggelar Apel Pasukan dan Perlengkapan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022.

Kegiatan ini digelar di Wilayah Mojokerto Raya, di Lapangan Cikaran, Asrama Korem 082/CPY, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Selasa (25/10/2022).

Selain mengecek kesiapan pasukan, Danrem 082/CPY Kolonel Inf. Unang Sudargo bersama Dandim 0815, Kapolresta dan Kapolres Mojokerto, Wakil Bupati Mojokerto serta Sekda Kota Mojokerto mengecek sejumlah perlengkapan yang akan digunakan apabila terjadi bencana alam.

Membacakan amanat Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, yang menjadi Inspektur upacara, mengatakan, sepekan ke depan Kabupaten dan Kota Mojokerto termasuk salah satu daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

Ning Ita masuk salah satu rumah pompa untuk memastikan kesigapan operator rumah pompa (ist)

"Dikhawatirkan akan memicu timbulnya bencana, yaitu banjir, tanah longsor dan puting beliung," katanya.

Wakil Bupati Mojokerto melanjutkan,"Pemerintah Kabupaten dan Kota Mojokerto bersama TNI/Polri dibantu relawan melakukan langkah konkrit menggelar Apel Pasukan dan Perlengkapan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam," tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung rumah pompa Daerah Aliran Sungai (DAS) Sadar dan Ngaglik untuk memastikan pompa tersebut bekerja normal, Jumat (21/10/2022).

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan, "Ketika debit air sungai sudah mencapai ketinggian tertentu, pompa tersebut akan menyala." tegasnya. 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Mujari mengecek langsung rumah pompa DAS Sadar dan Ngaglik (ist)

Ia menambahkan, kemungkinan terjadi human error, misalnya petugas tidak ada di tempat, insyaallah masyarakat masih aman sebab 10 rumah pompa dari 20 rumah pompa di Kota Mojokerto telah memiliki sistem otomatisasi.

Ning Ita melanjutkan, keberadaan rumah pompa merupakan upaya Pemkot Mojokerto mengantisipasi terjadinya genangan air di lingkungan tempat tinggal warga.

"Topografi Kota Mojokerto adalah cekungan, sehingga ketika curah hujan lebat maka resiko terjadi genangan air sangat tinggi," pungkas Ning Ita.  (cak ram)

Berita Terbaru