Ruwatan Pasar Rakyat Pemkab Mojokerto Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

avatar Abdul Rokhim
Bupati Mojokerto Ikfiina menyerahkan gunungan kepada ki Dalang Sutrino di dampingi Kadisperindag dan Forkopimda dalam acara Ruwatan Pasar Rakyat. (Ist)
Bupati Mojokerto Ikfiina menyerahkan gunungan kepada ki Dalang Sutrino di dampingi Kadisperindag dan Forkopimda dalam acara Ruwatan Pasar Rakyat. (Ist)

KABUPATEN MOJOKERTO l B-news.id - Ruwatan atau meruwat adalah salah satu tradisi masyarakat yang bermaksud untuk membersihkan atau menata hati agar kedepan bisa hidup lebih baik lagi.

Tujuan ruwatan pasar dan wayangan adalah ikhtiar batin untuk memajukan pasar-pasar di Kabupaten Mojokerto, akibat dampak pandemi covid-19.

Begitu pula maksud dan tujuan diadakan Pasar Rakyat Trowulan untuk meramaikan pasar tradisional agar pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mojokerto bisa lebih cepat dan tumbuh lebih kuat.

Bupati Mojokerto Ikfina beserta jajarannya saat menghadiri Ruwatan Pasar Rakyat. (Ist) 

Agenda acara ruwatan pasar diawali pertunjukan tradisional, seperti tari-tarian dan ngremo, lalu ditutup dengan penyerahan gunungan wayang dari Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kepada Dalang Ki Teguh Sutrisno, didampingi Kadisperindag Kabupaten Iwan Abdillah, Camat Trowulan Mujiono dan Forkopimcam Trowulan.

Perlu diketahui, pagelaran wayang kulit dengan lakon "Temurune Wahyu Kembang Dewo Ndaru" di halaman Pasar Rakyat Trowulan, Sabtu (22/10/2022) lalu dimulai pukul 20.00 Wib.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kata sambutan menjelaskan,"kita terus berupaya memulihkan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19, ruwatan pasar dan wayangan malam ini adalah ikhtiar batin kita untuk meramaikan pasar. Mudah-mudahan covid-19 terus terkendali dengan baik, sehingga kegiatan semacam ini bisa terus kita lakukan," pungkasnya. (ram)

Berita Terbaru