Pemdes Jatilengger Studi Banding dan Pelatihan Limbah Ketela di Pati Jawa Tengah

avatar b-news.id
Kepala Desa Jatilengger Endik Mujirianto sedang mengikuti Studi Banding dan Pelatihan Pengelohan limbah Bonggol Ketela.(ist)
Kepala Desa Jatilengger Endik Mujirianto sedang mengikuti Studi Banding dan Pelatihan Pengelohan limbah Bonggol Ketela.(ist)

BLITAR | B-news.id - Sebagai upaya untuk membangkitkan perekonomian karena adanya pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Jatilengger Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar Jawa Timur, melakukan kegiatan Studi Banding dan Pelatihan ke Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut menggandeng, tokoh masyarakat, tokoh agama, LPMD, BPD, PKK, Kelompok Pemberdayaan Perempuan,v tepatnya di Dusun  Kerep Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah, Sabtu (15/10/2022.

Sebanyak 30 orang yang ikut dalam rombongan ini, dengan mengambil materi Pemanfaatan Lilmbah Bongkel Pohon Ketela Menjadi Makanan Ternak Kambing.

Proses Bonggol Ketela sudah menjadi bubuk setelah  proses giling. (Ist) 

Dipilihnya Dusun Kerep Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah ini, secara geografis antara Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Pati banyak kesamaan, khususnya kultur masyarakatnya masih banyak membudidayakan tanaman ketela pohon.

Kepala Desa Jatilengger, Endik Mujirianto kepada wartawan mengatakan, bahwa yang dimanfaatkan oleh petani ketela pohon di Desa Ngemplak Kidul, bukan hanya umbinya yang di olah,sebagai tepung tapioka, namun ternyata Brongkal (pangkal pohon ketela) bisa diolah menjadi pakan ternak Kambing.

"Kita ke sana tidak hanya murni pelatihan tentang mengolah tepung Tapioka, kita kesana pemanfaatan Ketela, karena di desa Jatilengger ini banyak sekali Ketela, nanti pengolahannya bisa untuk pakan ternak Kambing," kata Endik, Jumat ( 21/10/2022.

Penimbunan Ketela di gudang setelah hasil panen. (Ist) 

Endik melanjutkan, kemarin itu disana ada Bonggol Ketela, diolah digiling, per kilonya itu laku Rp 1.700,- itu sudah agak lembut,a Kambing sangat suka sekali.

"Makanya masyarakat kan kurang paham ini, ternyata di sana mahal, bahkan kemarin saya minta kerjasama apa bisa, ternyata bisa, namun harus mendatangkan satu rit atau sekitar 6 ton sekali kirim. Ini saya membawa sampelnya Tepung Bonggol Tela dari sana, ini saya bawa dari Jawa Tengah," kata Kepala Desa Jatilengger Endik Mujirianto.

Endik berharap dengan adanya bekal ilmu dan pengalaman yang didapat dari Studi Banding dan Pelatihan ini bisa diterapkan diterapkan di Desa Jatilengger.

"Tentunya dengan pengembangan budidaya pengolahan Bonggol Ketela menjadi Tepung Pakan Ternak Kambing, secara ekonomi akan mendapat nilai tambah. Karena selama ini Bonggol Ketela hanya menjadi limbah saja," paparnya. 

Senada dengan itu, Ketua LPMD Desa Jatilengger Sunaryo, menyampaikan bahwa Ppelatihan yang di dapat pada waktu melakukan studi banding di Kabupaten Pati Jawa Tengah, sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Jatilengger.

"Pada intinya pelatihan ini sangat bermanfaat, dikarenakan tanaman Ketela di Dusun Jatilengger cukup melimpah, dan kedepannya semua peserta pelatihan bisa memberi manfaat kesemua warga desa, dan meningkatkan kesejahteraan warga desa,,"ungkap Ketua LPMD Jatilengger Sunaryo. (sunyoto)

Berita Terbaru