BLITAR | B-news.id - Panjatan doa, pesan dan harapan atas terjadinya tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang yang merenggut nyawa 132 orang pecinta sepakbola Indonesia, pada Sabtu (1/10/2022 yang lalu, terus mengalir.
Salah satu dukungan doa dan pesan serta harapan datang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlorul Hanan Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.
Seperti yang disampaikan KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag.M.Hi Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Desa Sawentar, bahwa pihaknya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam kepada seluruh korban atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang beberapa waktu lalu.
"Pertama saya menyampaikan bahwa kasus atau permasalahan yang ada di Kanjuruhan yang pertama, saya mengucapkan bela sungkawa kepada para korban dengan ucapan innalillahi wainnailahi rojiun, mudah - mudahan beliau-beliau para pejuang di sepak bola yang meninggal dunia oleh Allah senantiasa diampuni segala kesalahannya dan diterima semua amalnya," kata KH Achmad Mudhofi Ismail.
"Alhamdulillah, saya beserta santri-santri semenjak kejadian itu sehabis magrib sampai isya selalu kami antarkan doa kepada beliau-beliau dengan Fatihah, yasin, tahlil dan lain sebagainya," tambah pengasuh pondok pesantren yang sekaligus juga sebagai penasehat SKPD Forum Komunikasi Ponpes Kabupaten Blitar.
KH Ahmad Mudhofi Ismail menyampaikan bahwa kejadian yang ada di Kanjuruan itu adalah kejadian di luar kemampuan akal manusia, karena mungkin dari panitia sudah menyiapkan sedemikian rupa baik itu keamanan, semuanya sudah disiapkan sedemikian rupa sehingga sampai terjadi semacam itu sebenarnya kita tidak menghendaki.
"Oleh karena itu, kita kembalikan kepada Allah dan itu adalah benar-benar takdir dari Allah subhanahu wa ta'ala, oleh karena itu kita harus legowo kita terima dan itu adalah sebagai pelajaran bagi kita semua. Nanti untuk selanjutnya kita harus antisipasi yang lebih baik untuk pelaksanaan pesepakbolaan Kanjuruhan," jelasnya.
Selanjutnya, pengasuh Ponpes ini menuturkan, pihaknya juga mengajak masyarakat dan menghimbau agar tidak terpancing oleh isu-isu atau berita-berita yang tidak benar (hoax). Kadangkala berita itu datang dari sumber yang kurang jelas sekaligus dibesar-besarkan.
Oleh karena itu, lanjutnya, mari kita sikapi dengan hati yang dingin, mari kita sikapi dengan yang baik karena permasalahan-itu sudah ditangani ahlinya. "Sekali lagi, jangan sampai terpancing oleh hal-hal yang tidak benar. Kita tangani dengan dingin, kita memberikan solusi kita memberikan informasi yang benar yang tepat atas kejadian Kanjuruhan itu," ujarnya.
Pesan terakhir, mari kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala mudah-mudahan para beliau-beliau yang meninggal dunia, semua amalnya diterima oleh Allah dan diampuni semua dan kejadian itu memang benar-benar kejadian takdir dari Allah sehingga pelajaran bagi kita semua.
"Mudah-mudahan nanti kedepannya lebih baik dan selanjutnya jangan sampai terpancing oleh isu berita yang tidak benar (hoax). Dengan itu, persepakbolaan di Indonesia. insya Allah tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan mudah-mudahan ke depan lebih baik dengan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "pungkasnya. (sunyoto)
Editor : Zainul Arifin