Warga Purworejo Blitar Dilatih Keterampilan Budidaya Sayur Gambas

avatar b-news.id
Kepala Desa Purworejo Kalinggo Purnomo bersama narasumber saat memberikan materi pelatihan Budidaya Sayur Gambas. (Ist)
Kepala Desa Purworejo Kalinggo Purnomo bersama narasumber saat memberikan materi pelatihan Budidaya Sayur Gambas. (Ist)

BLITAR  | B-news.id  - Dalam upayanya untuk membangkitkan kembali perekomomian yang terpuruk adanya badai corona bagi warga masyarakat kurang mampu, Pemerintah Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, menggelar pelatihan Peningkatan Ketrampilan Kerja melalui Program Anti Poverty Program Pelatihan dan Jalin Kemitraan Pertanian, Peternakan, Perikanan Non Mainstream (APP Pejantan Anom).

Kegiatan pelatihan dengan materi "Budidaya Sayur Gambas" ini dilaksanakan di Balai desa Purworejo, Rabu (28/9/2022) dengan jumlah peserta sebanyak 35 peserta dari keluarga kurang mampu yang terdaftar di Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terpilih berdasarkan assessment.

Selain mendapatkan pelatihan, para peserta ini juga mendapatkan bantuan sarana dan prasarana, berupa instalasi tenaman sayur Gambar, bibit tanaman dan pupuk organik, serta pendampingan dari dinas terkait.

Kepala Desa Purworejo, Kalinggo Purnomo mengatakan bahwa dengan diadakan pelatihan selama 2 hari, bertujuan peserta mampu untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian dan mencukupi kebutuhan keluarga serta sebagai peluang kerja bagi masyarakat.

Warga Purworejo Blitar saat mengikuti pelatihan keterampilan kerja Budidaya Sayur Gambas. (Ist) 

"Dari 35 peserta yang mengikuti pelatihan ini, adalah warga yang masuk dalam DTKS yang terpilih berdasarkan assessment dan juga memiliki lahan sempit disekitar rumah. Nantinya seluruh peserta ditiap - tiap rumah akan menerima bantuan berupa bibit sayur gambas, jaringan instalasinya, pupuk, semua perangkat dan akan didampingi sampai di purna jualnya. Panen penjualannya kemana akan dibantu oleh Dinas Pertanian,"kata Kepala Desa Purworejo Kalinggo Purnomo.

 Kalinggo Purnomo sangat berharap, seluruh peserta ini kedepannya bisa terus berkesinambungan dan berkelanlanjutan. Hal ini dikarenakan kita tidak bisa mengharapkan dari pupuk bersubsidi yang saat ini sudah diminimalisir atau dikurangi.

"Jadi sekarang dimasing - masing desa dikurangi karena kuota dibatasi dengan luasan lahan persawahannya, itupun dibatasi hanya 1 hektar, diatas itu dianggap petani yang mampu dan tidak mendapatkan subsidi," ujarnya.

Lebih lanjut Kalinggo menuturkan, dengan terobosan seperti ini ada semacam komparasi antara pertanian konvensional dengan pertanian perkebunan yang sifatnya memanfaatkan lahan - lahan yang sempit yang bisa digunakan untuk kegiatan peningkatan produk.

"Walaupun hanya berupa sayur gambas tapi kan kita harus berpikir jangka panjang, back to nature itu penting. Kita tidak hanya bisa mengkonsumsi makanan yang instan tapi sayur - sayuran buah - buahan perlu kita kembangkan lagi, dengan semakin sempitnya lahan," terangnya.

"Otomatis nanti kedepan lahan persawahan akan semakin sempit karena dibuat perumahan. Karena itu kalau kita sudah menciptakan pelatihan peningkatkan kapasitas bagi warga untuk bisa mandiri kedepannya, maka kami harapkan bisa untuk menyongsong masa depan bagi warga,"imbuh Kalinggo Kades Purworejo.

Sementara itu salah satu peserta pelatihan yang bernama Saiful menyampaikan rasa terima kasih bisa mengikuti pelatihan yang bermanfaat dan bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

"Saya bersyukur mendapatkan kesempatan pelatihan ini, karena bisa untuk membantu menunjang kebutuhan keluarga kami kedepan," ungkapnya. (sunyoto)

Berita Terbaru