Gapoktan Sumber Makmur Desa Bacem Blitar Terima Bantuan Hibah Rp 1 Miliar

avatar b-news.id
Kepala Desa Bacem Kecamatan Ponggok Blitar, Slamet Winarko. (Ist)
Kepala Desa Bacem Kecamatan Ponggok Blitar, Slamet Winarko. (Ist)

BLITAR  | B-news.id - Warga masyarakat Desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar patut berbangga hati. Pasalnya pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi petani, melalui Kementerian Pertanian dan Pangan RI meluncurkan program Lumbung Pangan Masyarakat berupa kucuran dana hibah senilai 1 miliar kepada gabungan kelompok tani (GAPOKTAN).

Salah satu diantara 5 Gapoktan Kabupaten Blitar penerima bantuan hibah dari Kementerian Pertanian dan Pangan RI Tahun 2022 ini, yaitu Gapoktan "Sumber Makmur" dari Desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Kepala Desa Bacem Slamet Winarko mengatakan bahwa, pihaknya mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, yang telah memberikan bantuan hibah kepada masyarat Desa Bacem melaui Gabungan kelompok tani (Gapoktan) berupa, Lumbung Pangan, rumah RMU, lantai jemur, mesin bed dryer nilainya kurang lebih Rp 1 miliar.

Pembangunan RMU dan lantai jemur Gapoktan Sumber Makmur Desa Bacem dalam tahap pengerjaan. (Ist) 

Menurut Kepala Desa Bacem, melalui bantuan ini, lumbung pangan dihidupkan kembali dalam rangka memenuhi kebutuhan ketahanan pangan desa. Program ini sangat membantu para petani sejahtera.

"Alhamdulillah berkat doa masyarakat, desa Bacem bisa mendapatkan bantuan. Ini merupakan berkah tersendiri bagi desa kami. Awalnya kami bersama gapoktan saling bersinergi. Jadi desa hanya memfasilitasi dalam pengajuan ke dinas Pertanian," kata Slamet Winarko kepada wartawan Rabu, (28/9/2022).

Dijelaskan Slamet Winarko, bahwa bantuan ini sangat penting bagi petani di sini, karena mereka bisa mengolah gabah menjadi beras, sehingga nanti yang dijual tidak lagi berupa gabah, tetapi sudah beras.

"Ini tentu memberi keuntungan dan kesejahteraan bagi petani. Nantinya akan kerjasama dengan Bumdes sehingga bisa bagi hasil ,” tutur Slamet sosok Kepala Desa yang sangat dekat dengan wartawan ini.

Lebih lanjut kades, menjelaskan kedepannya pemerintah desa melalui Bumdesnya akan bersinergi untuk mengembangkan usahanya dalam ketahanan pangan dalam pemenuhan kebutuhan beras, bagi warga masyarakat Desa Bacem khususnya dan warga desa sekitar.

Secara terpisah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar melalui Kabid Ketahanan Pangan Wita Tri Wardhani menyampaikan, berdasarkan usulan dari Gapoktan yang difasilitasi oleh Kepala Desa yang disampikan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar dan hasil verifikasi dari pusat, ada 5 Gapoktan di Kabupaten Blitar yang menerima bantuan dana hibah, yang masing - masing Gapoktan menerima senilai Rp 1 miliar. 

Sedangkan 5 Gapoktan yang mendapatkan bantuan tersebut diantaranya Gapoktan Desa Bacem Kecamatan Ponggok, Gapoktan Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi, Gapoktan Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari, Gapoktan Desa Krenceng Kecamatan Nglegok dan Gapoktan Desa Tegalrejo Kecamatan Selopuro.

Kabid Ketahanan Pangan mengatakan, masing - masing gapoktan penerima bantuan hibah dalam bentuk Pembangunan Lumbung Pangan, Lantai Jemur, Rumah RMU (Rice Mill Unit) dan mesin Bed Dryer. Sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus.(DAK). Dana ditransfer ke pemerintah daerah kemudian langsung ke rekening kelompok tani dan dilaksanakan secara swakelola tipe 4.

"Jadi usulan itu diawali dari gapoktan pada tahun 2021, setelah melalui verifikasi pusat, lantas yang lolos baru mendapatkan. Dulu yang kita usulkan banyak, hanya saja persyaratannya yang berat sehingga banyak yang gugur, sebab yang menentukan dari pusat," ucap Wita Tri Wardhani.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa untuk pengusulan dan penentuan, sekarang sudah melalui aplikasi yang bernama Krisna yang sekarang berubah jadi Bima. Untuk aplikasi Krisna itu milik Dirjen perimbangan dan aplikasi Bima milik Kementan. 

"Jadi yang menyeleksi itu dari Kementan, Keuangan dan Bapenas. Sekarang lebih sulit, sebab bila tidak memenuhi persyaratan akan gugur dengan sendirinya. Untuk tahun depan kelihatannya sudah tidak ada sebab sampai hari ini tidak ada aplikasi Krisna dibuka. Nah untuk dana senilai 1 Milyar itu diluar tanah. Untuk tanahnya harus milik desa dan dalam keadaan clear and clean, " pungkasnya. (sunyoto)

Berita Terbaru