Warga Sumberagung Meninggal Tragis Usai Diduga Terpeleset di Area Kesenian Tiban

Reporter : Sunyoto
Warga Sumberagung Meninggal Tragis Usai Diduga Terpeleset di Area Kesenian Tiban. (ist)

BLTAR | B-news.id  — Suasana meriah gelaran kesenian Tiban di Dusun Wonorejo, Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar mendadak berubah menjadi kepanikan pada Sabtu malam (29/11/2025).

Seorang warga Desa Sumberagung, Panggungrejo, bernama Bambang Setiawan (39), ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di bahu jalan usai mengikuti rangkaian pertunjukan tradisi tersebut.

Baca juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Gelaran Tiban yang awalnya dipenuhi sorak penonton seketika senyap ketika kabar bahwa seorang peserta jatuh di area sisi jalan. Beberapa warga yang berada tak jauh dari lokasi melihat Bambang berjalan pelan ke arah pinggir jalan setelah selesai mengikuti tanding Tiban.

Di tengah suasana yang masih riuh oleh tabuhan musik khas Tiban, Bambang diduga kehilangan keseimbangan. Ia terpeleset di sekitar tumpukan kayu gelondongan yang berada tak jauh dari jalan utama.

Menurut keterangan warga, tubuh Bambang terjatuh cukup keras. Bagian dagunya membentur tumpukan kayu tersebut hingga menyebabkan luka terbuka. Warga segera memberikan pertolongan, namun kondisi Bambang tampak tidak menunjukkan respons.

Melihat situasi kritis itu, beberapa pemuda setempat langsung membawa korban menuju RS Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis. Perjalanan menuju rumah sakit berlangsung dalam kecemasan, sementara keluarga dan warga berharap nyawanya masih bisa diselamatkan.

Namun harapan itu pupus. Setibanya di rumah sakit, dokter yang memeriksa menyatakan bahwa Bambang telah meninggal dunia. Kepergian mendadak pria berusia 39 tahun itu membuat keluarga dan warga yang mengenalnya terpukul.

Baca juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

Kapolsek Binangun bersama tim kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil penyelidikan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun dugaan penganiayaan pada tubuh korban.

Polisi menegaskan bahwa insiden ini murni kecelakaan tunggal, dipicu terpelesetnya korban saat berada di area yang memiliki permukaan tidak rata dan minim pencahayaan. Situasi pada malam hari disebut turut memperbesar risiko terpeleset.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Dengan hati berat, mereka menolak dilakukan autopsi dan memilih segera membawa jenazah pulang untuk dimakamkan secara layak.

Baca juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Beberapa warga yang mengenal Bambang menggambarkan almarhum sebagai sosok yang ramah dan aktif pada kegiatan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Tradisi Tiban yang biasanya menjadi ajang kekompakan warga kini menyisakan pilu. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap acara budaya yang melibatkan keramaian dan aktivitas fisik.

Meski demikian, warga setempat berharap kegiatan budaya tetap dapat berjalan, dengan evaluasi pada area-area rawan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Kehilangan Bambang menjadi duka bagi dua desa dan catatan pahit di tengah semaraknya pelestarian budaya.(*)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru