BumDes Wiguti Kaulon, Blitar: Langkah Pelan Namun Pasti Menjadi Benteng Ketahanan Pangan Desa

Reporter : Sunyoto
Kantor Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Wiguti di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. (ist)

BLITAR | B-news.id — Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Wiguti di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, terus bergerak sebagai salah satu motor penggerak ekonomi desa. Meski berkembang perlahan, BumDes ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Kepala Desa Kaulon, Jais SPd, menjelaskan bahwa BumDes Wiguti saat ini mengelola sejumlah unit usaha, mulai dari pertokoan, jasa fotokopi, layanan internet (WiFi), hingga simpan pinjam. Seluruh sektor tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait permodalan.

Baca juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Menurut Jais, meskipun BumDes belum berkembang pesat, semangat untuk maju tetap terjaga. Pihak desa terus memegang visi untuk mengelola potensi desa secara mandiri dan profesional demi kesejahteraan masyarakat.

BumDes Wiguti juga memiliki beberapa misi strategis, antara lain optimalisasi aset desa, pengembangan usaha masyarakat, penciptaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa), serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

“Walaupun ada banyak kendala, kami tetap berjalan. Prinsipnya, pelan tapi pasti,” ujar Jais.

Pada tahun anggaran 2024, Desa Kaulon mengalokasikan dana ketahanan pangan 20 persen atau sekitar Rp167 juta. Dana ini digunakan untuk membeli pakan ternak berupa jagung, yang kemudian dijual kembali kepada peternak ayam petelur.

Penjualan dilakukan dengan dua skema: kontan untuk peternak yang sudah mapan dan tempo untuk peternak pemula. Pola ini dinilai efektif untuk membantu pelaku usaha kecil agar bisa berkembang.

BumDes dan Pemerintah Desa menerapkan mekanisme bagi hasil 50:50 dari transaksi penjualan tersebut. Menariknya, modal ketahanan pangan tahun ini berhasil tetap utuh, sementara keuntungan 50 persen telah disetorkan ke PAD Desa.

Baca juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

Pendapatan tersebut selanjutnya digunakan untuk program bantuan sosial pangan berupa pembagian telur satu kilogram untuk setiap kepala keluarga (KK) di Desa Kaulon.

Untuk ketahanan pangan tahun 2025, BumDes Wiguti menyiapkan strategi baru melalui pembelian konsentrat ternak. Pola kerja samanya masih bersama para peternak, namun tetap menyadari adanya risiko pemodalan yang cukup tinggi.

Model bisnis yang diterapkan adalah pemberian selisih harga antara pembelian kontan dari toko dan penjualan tempo kepada peternak. Selisih tersebut menjadi pendapatan langsung BumDes pada 2025, tanpa mengurangi kewajiban mereka menyetor PAD sesuai regulasi.

Jais menyebut, pola ini dipilih karena minim risiko kerugian modal dan dapat menggerakkan kembali roda usaha BumDes setelah stagnasi pendanaan yang cukup lama. “Kami tetap harus menjaga keseimbangan antara pelayanan dan keberlanjutan usaha,” katanya.

Baca juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Melihat tren usaha yang mulai stabil, BumDes Wiguti telah menyiapkan langkah lebih progresif untuk tahun 2026. Salah satunya adalah membangun kerja sama langsung dengan peternak melalui sistem bagi hasil yang diatur dalam perjanjian resmi.

Model kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan BumDes sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak di Desa Kaulon. Pola yang lebih terukur dan terikat kontrak juga dinilai bisa menekan risiko kerugian.

Dengan rangkaian strategi tersebut, BumDes Wiguti perlahan menjadi pilar ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Walau berjalan pelan, arah pengembangan usaha menunjukkan kematangan dan konsistensi yang menjanjikan.

Bagi Desa Kaulon, keberadaan BumDes bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang mewujudkan kemandirian ekonomi desa dan memperkuat daya tahan masyarakat terhadap gejolak ekonomi. “Kami ingin BumDes menjadi kebanggaan warga,” tegas Jais.(*)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru