SURABAYA | B-news.id - Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan dana sebesar Rp50 miliar untuk pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan generasi muda, khususnya generasi Gen Z.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk investasi masa depan.
Baca juga: Kasus Anak di Bawah Umur di Cafe Black Owl, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Minta Dibentuk Tim Gabungan
“Melihat generasi muda Surabaya hari ini sama dengan melihat Surabaya di masa depan,” ujar Arif Fathoni, Kamis (23/11/2025) di ruang kerjanya.
Menurutnya, tiap wilayah di Surabaya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu, program pemberdayaan di setiap wilayah akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal. Melalui bantuan dana Rp5 juta per RW, Pemkot berharap muncul generasi muda kreatif dan pelopor pembangunan.
"Output dari bantuan ini diharapkan bisa melahirkan pemuda yang kreatif, inovatif, dan menjadi pelopor di lingkungannya,” jelas Fathoni.
Ia mencontohkan, di wilayah pusat kota yang banyak memiliki pelaku ekonomi kreatif, para pemuda bisa mengikuti pelatihan digital marketing agar mampu memasarkan produk kreatifnya secara daring.
Baca juga: Dua Proyek Mangkrak Diputus Kontrak, Komisi D Tekankan BPJS Ketenagakerjaan
Sementara di kawasan Surabaya Timur, yang banyak dihuni masyarakat petambak, pelatihan diarahkan agar pemuda mampu menjadi penghubung antara produsen dan konsumen.
Dalam pelaksanaan program ini, lurah dan camat akan dilibatkan sebagai pengawas sekaligus pihak yang menyetujui proposal kegiatan dari para pemuda. DPRD Surabaya juga akan ikut mengawasi pelaksanaannya untuk memastikan dana benar-benar bermanfaat.
Kami akan menilai apakah kegiatan pembinaan itu benar-benar melahirkan pemuda pelopor dan kegiatan yang bermanfaat. Jika hanya bersifat seremonial, maka kegiatan serupa tidak akan dilanjutkan,” tegasnya.
Baca juga: APBD Surabaya 2026 Disahkan, Mampukah Target Ambisius Pemkot Tercapai?
Fathoni menambahkan, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah dari alokasi anggaran tersebut digunakan secara tepat sasaran, yakni untuk pemberdayaan dan peningkatan kualitas generasi muda Surabaya. (*)
Editor : Zainul Arifin